Laporkan Masalah

EFEKTIVITAS, EFISIENSI DAN KEBERANJUTAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS (LKMA) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

RETNO SETIJOWATI, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Dr. Ir. Lestari Rahayu W., M.P.; Dr. Jamhari, S.P., M.P.

2017 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini menganalisis efektivitas, efisiensi dan keberlanjutan LKMA Gapoktan PUAP di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, faktor-faktor yang mempengaruhi serta strategi untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan wawancara terhadap 111 manajer LKMA, 111 petani dan 4 PMT di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Efektivitas LKMA diukur dari akumulasi aset. Keberlanjutan LKMA diukur dari dana keswadayaan dan proporsi pinjaman bermasalah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dan keberlanjutan LKMA Gapoktan PUAP dianalisis menggunakan teknik analisis regresi simultan dan DEA (Data Envelopment Analysis). Analisis Strategi menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menemukan bahwa : 1) Keberadaan LKMA dapat secara efektif meningkatkan pendapatan petani sebesar 5,03%. 2) Pertumbuhan aset LKMA di wilayah penelitian bervariasi antara 1% - 171,2%, sebagian besar memiliki dana keswadayaan yang rendah yaitu kurang dari Rp 5 juta (49,55%), serta rata-rata kredit macet 7,5%. Faktor-faktor yang mempengaruhi akumulasi modal dan keswadayaan untuk mendukung keberlanjutan LKMA adalah faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap akumulasi aset dan keswadayaan untuk mendukung keberlanjutan LKMA, adalah pendidikan manajer, penyaluran dana untuk aktivitas non pertanian, penyaringan kredit, monitoring kredit dan penegakan pembayaran kredit, kelengkapan administrasi dan sarana prasarana. Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap kredit macet adalah pendidikan manajer, penyaluran dana untuk aktivitas non pertanian, penyaringan kredit, monitoring kredit, penegakan pembayaran kredit dan kelengkapan administrasi; 3) Sebagian besar (86,49%) LKMA Gapoktan PUAP di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kinerja yang efisien, dengan tingkat efisiensi berkisar antara 80%-100%. Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap efisiensi LKMA yaitu pendidikan manajer, penyaringan kredit, monitoring kredit, penegakan pembayaran kredit dan kelengkapan administras; 4) Strategi peningkatan efektivitas dan keberlanjutan LKMA diantaranya meliputi : a) peningkatan kapasitas manajemen; b) merapikan administrasi dan pelaporan; c) penerapan manajemen kredit melalui penerapan kelayakan usaha anggota, pengawasan pembiayaan berbasis kelompok, dan mekanisme insentif dan sanksi serta peningkatan sarana prasarana; d) pengelolaan kredit untuk aktivitas pengelolaan pasca panen dan distribusi.

This research analyzed the effectivity and sustainability of MFI-A in Yogyakarta special district area. The research applied survey approach by conducting interview towards 111 managers of MFI-A in Special District of Yogyakarta. The effectivity of the institutions were measured by asset accumulation. The sustainability of the institutions were measured by self-reliant funding and the proportion of troubled loans. The factors influencing the effectivity and sustainability of MFI-A in Rural Agribusiness Development were analyzed using simultaneous linear regression analysis technique and DEA (Data Envelopment Analysis). Strategy Analysis using SWOT analysis. The results of the study showed that : 1) The existence of MFI-A can effectively increase farmers's income by 5.04%; 2) The growth of LKMA assets in the research area varies between 1% - 171.2%, most of them have low self-supporting funds of less than Rp 5 million (49.55%), as well as average of bad debts 7.5%. Factors influencing the capital accumulation and self-supporting to support LKMA sustainability are factors that positively effect the accumulation of assets and self-reliance to support LKMA sustainability are manager's education, fund distribution for non-agricultural activities, credit screening, credit monitoring and credit payment enforcement, administrative and infra structure facilities, while the factors that negatively effect bad loans are manager education, channeling funds for non-agricultural activities, credit screening, credit monitoring, credit card enforcement and administrative completeness; 3) The majority (86,49%) of MFI-A Farmers Group Institution PUAP in the Yogyakarta has an efficient performance, with efficiency levels of between 80% and 100%. Influencing factors of the efficiency of MFI-A are managers education, credit screening, credit monitoring, credit enforcement payments and administrative completeness; 4) The strategies for improving the effectiveness and sustainability of LKMA include the following : a) Increased management capacity; b) tidy up administration and reporting; c) implementation of credit management such as through the application of members' business feasibility, supervision of group-based financing, incentives and sanctions mechanisms and improvement of facilities, d) credit management for post-harvest management and distribution activities.

Kata Kunci : Micro Finance Institution-Agricultural, effectivity, efficiency, sustainability