Analisis Willingness to Pay Pengunjung Gua Wisata Kalisuci, Semanu, Gunung Kidul
FEBRIANTI NUR AJIZAH, Andreas Budi Purnomo Brodjonegoro, Drs., M.A.
2017 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIGua Wisata Kalisuci merupakan salah obyek wisata karst unggulan di Indonesia. Pada tahun 2015, UNESCO menetapkan Gua Wisata Kalisuci bersama beberapa Obyek Wisata lain di Kawasan Karst Gunung Sewu sebagai Geosite yang merupakan bagian dari Global Geopark Network (GGN).KonsepGGN UNESCO menyasarsuatu wilayah geografis tunggal dan terpadu dimana situs serta lanskap memiliki karakteristik geologi yang signifikan secara internasional untuk dikelola secara baik berdasarkan konsep perlindungan, pendidikan dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis atribut jasa wisata yang menjadi prioritas utama pengunjung Gua Wisata Kalisuci dan Willingness to Pay (WTP) menggunakan metode state preference.Penelitian ini juga akan melihat peningkatan WTP dalam tiga skenario, yaitu WTP dasar, WTP ketika ada skenario Kuota, dan WTP ketika ada skenario Peningkatan Keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan responden bersedia membayar lebih ketika diadakan kuota dan peningkatan keselamatan.Atribut jasa wisata yang menjadi prioritas pertimbangan wisatawan untuk mengunjungi Gua Wisata Kalisuci adalah kemudahan untuk mendapat pelayanan jasa wisata sebesar 30%. Willingness To Pay (WTP) pengunjung Gua Wisata Kalisuci sebelum diwacanakan adanya pembatasan jumlah pengunjung dan peningkatan keselamatan sebanyak 68% berada di angka Rp 61.000 � Rp 80.000. Sedangkan Willingness To Pay (WTP) setelah diwacanakan pembatasan jumlah pengunjung dan peningkatan keselamatan presentase di angka Rp 61.000 � Rp 80.000 meningkat menjadi 87% dan di angka Rp 81.000 � Rp 100.000 meningkat menjadi 69%. Sebanyak 77% pengunjung mengatakan bersedia membayar uang lebih untuk bisa tetap mengunjungi Gua Wisata Kalisuci ketika dilakukan pembatasan jumlah pengunjung dan sebanyak 80% pengunjung bersedia membayar lebih untuk peningkatan keselamatan pengunjung. �
Gua Wisata Kalisuci is one of the leading karst attractions in Indonesia. In 2015, UNESCO establishes Kalisuci Tourism Cave along with several other Tourism Objects in Karst Gunung Sewu Area as Geosite which is part of Global Geopark Network (GGN). The concept of GGN UNESCO targets a single, unified geographical region where sites and landscapes have significant international geological characteristics to be well managed based on the concepts of protection, education and sustainable development. This study aims to analyze the attributes of tourism services that become the main priority visitors Kalisuci Cave Tour and Willingness to Pay (WTP) using state preference method. This study will also see WTP improvement in three scenarios, namely basic WTP, WTP when there are Quota scenarios, and WTP when there is a Safety Improvement scenario. The results showed that respondents were willing to pay more when held quota and increased safety. The tourism service attribute that is the priority of tourists' consideration to visit the Kalisuci Cave Tour is the ease of getting 30% tourist services. Willingness To Pay (WTP) visitors Kalisuci Cave Tour before the discourse of the number of visitors and increased safety as much as 68% are in the figure Rp 61.000 - Rp 80.000. While Willingness To Pay (WTP) after discourse the number of visitor restrictions and increase the percentage of safety in the number Rp 61.000 - Rp 80.000 increased to 87% and in the number Rp 81.000 - Rp 100,000 increased to 69%. As many as 77% of visitors said they were willing to pay more money to keep visiting Kalisuci Cave Tour when the visitors were restricted and 80% of visitors were willing to pay more for the safety of visitors.
Kata Kunci : willingness to pay, contingent valuation method, persepsi wisatawan, ekowisata