PENGARUH PEMERAMAN EKSPLAN DAUN DENGAN KOLKISINA SECARA IN VITRO TERHADAP KEBERHASILAN PEMBENTUKAN TERUNG TETRAPLOID
FATHIN NABIHATY, Dr. Ir. Taryono, M.Sc.; Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMANPerbaikan tanaman untuk meningkatkan daya tawar terung, dapat dilakukan melalui poliploidisasi. Pemberian kolkisina secara in vitro berpotensi meningkatkan efisiensi poliploidisasi. Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemeraman eksplan daun dengan kolkisina secara in vitro terhadap keberhasilan poliploidisasi dan pembentukan terung tetraploid (4x), serta mendapatkan tetraploid berdasarkan ciri morfologi planlet dan jumlah kromosom. Tiga waktu pemeraman dengan 2,5 mM kolkisina (24, 48, dan 72 jam) dan satu perlakuan inkubasi yang dikontrol tanpa kolkisina diujicobakan pada lima jenis terung (Rimbang, Lokal Bantul, Pipit, Hijau Malang, dan Limao), masing-masing menggunakan rancangan acak lengkap. Tahap utama yang dilalui eksplan yaitu pra-pemeraman, pemeraman dengan kolkisina, regenerasi, penggantian media tanam 1-6 kali, pengakaran, dan regenerasi ulang hingga 2 kali. Tata cara ini berhasil membentuk Terung Rimbang poliploid yang terdiri dari 2x+3x dan 3x+4x. Jumlah individu poliploid diperkirakan sebanyak 59%, sisanya 41% merupakan diploid. Planlet yang mengandung sel tetraploid sekaligus ploidinya tertinggi diperoleh dari perlakuan kolkisina selama 72 jam.
Plant improvement to increase eggplant bergaining position, could undertaken thru polyploidization. In vitro colchicine use has a potential to increase polyploidization efficiency. A research has been done to investigate any effect of in vitro leaf explant treatment with colchicine on polyploidization success and tetraploid (4x) formation of eggplant, and obtain tetrapoid one based on plantlet morphology and chromosome number. Three incubation times with 2.5 mM colchicine (24, 48, and 72 hours) and a controlled incubation without colchicine were tested on five eggplant types (Rimbang, Lokal Bantul, Pipit, Hijau Malang, and Limao), each of them use a completely randomized design. The main prosedures are pre-treatment, incubation with colchicine, regeneration, sub-culture 1-6 times, rooting, and re-regeneration up to 2 times. This procedure successfully forming some polyploids of Rimbang, consists of 2x + 3x and 3x + 4x. Amount of polyploids is estimated at 59%, the rest 41% is diploid. Plantlet containing tetraploid cells as well as the highest ploidy obtained from 72 hours colchicine treatment.
Kata Kunci : in vitro, kolkisina, poliploidisasi, terung