PROSES PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH PONDOK PESANTREN DARUSH SHOLIHIN GUNUNGKIDUL
IWAN ARGA KUSUMA, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph. D.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Studi ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Darush Sholihin. Pondok pesantren yang notabene lembaga keagamaan juga turut hadir dalam proses pemberdayaan sosial kemasyarakatan. Perkembangan pondok pesantren dalam pemberdayaan masyarakat menjadi bukti bagaimana peran pondok pesantren membantu mewujudkan kesejahteraan dalam membuka lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan. Perkembangan aktivitas pondok pesantren merupakan hal yang penting, dimana saat ini baik sektor pemerintah maupun swasta masih terkendala dalam memberdayakan masyarakat. Dalam menganalisis proses pemberdayaan pondok pesantren, penelitian ini menggunakan konsep proses pemberdayaan masyarakat menurut Soetomo. Konsep pemberdayaan masyarakat berkaitan erat dengan desentralisasi, bottom up, variasi lokal, proses belajar, social inclusion, keberlanjutan, dan transformation. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kriteria informan yaitu pengurus atau pengasuh pondok pesantren, santri, dan masyarakat penerima manfaat (non santri). Peneliti melakukan kegiatan penelitian dengan observasi partisipatoris. Peneliti mengamati dan mengikuti beberapa kegiatan Pondok Pesantren Darush Sholihin. Peneliti melakukan kegiatan wawancara dengan 13 responden yang terdiri dari tiga orang dari pihak pengurus atau pengasuh pondok pesantren, delapan orang pihak santri, dan dua orang masyarakat penerima manfaat (non santri). Hasil dari penelitian ini adalah proses pemberdayaan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Darush Sholihin muncul berasal dari pihak internal maupun eksternal. Pondok Pesantren Darush Sholihin mempunyai peranan sebagai lembaga keagamaan dan kemasyarakat secara umum. berkenaan dengan proses pemberdayaan masyarakat menempatkan kyai sebagai figur sentral, kyai mempunyai peranan yang menonjol pada setiap kegiatan pondok pesantren. Variasi lokal dibuktikan dengan banyaknya ragam yang dimanfaatkan dalam pemberdayaan baik sumber daya alam maupun manusia. Proses belajar dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan seperti pembuatan pakan ternak, lempeng dan pupuk organik. Sosial inklusi dibuktikan dengan tidak adanya perbedaan perhatian kepada lapisan masyarakat. keberlanjutan program terlihat dengan adanya program-program pemberdayaan yang berlanjut dan meningkat. Dalam proses pemberdayaan, Pondok Pesantren Darush Sholihin didukung pendanaan dengan memanfaatkan teknologi melalui media sosial guna menghimpun dana. Dengan cara tersebut berbagai pembiayaan kegiatan pemberdayaan dapat tercukupi.
This study aims to determine the process of community empowerment conducted by Pondok Pesantren Darush Sholihin. Pondok pesantren which in fact religious institutions also participate in the process of social empowerment of society. The development of pesantren cottage in the empowerment of the community is a proof of how the role of pesantren boarding school helps to create prosperity in creating employment and alleviating poverty. The development of pesantren cottage activity is important, where today both the government and private sectors are still constrained in empowering the community. In analyzing the empowerment process of pesantren pondok, this research uses the concept of community empowerment process according to Soetomo. The concept of community empowerment is closely related to decentralization, bottom up, local variation, learning process, social inclusion, sustainability, and transformation. The method used is qualitative research method with analytical descriptive approach. Informant determination was done by purposive sampling technique. Criteria of informants that the board or caretaker pondok pesantren, santri, and community beneficiaries (non santri). Researchers conduct research activities with participatory observation. Researchers observed and participated in some activities of Pondok Pesantren Darush Sholihin. Researchers conducted interviews with 13 respondents consisting of three people from the board or caretaker boarding school, eight students and two beneficiaries (non santri). The result of this research is empowerment process conducted by Darush Sholihin Islamic Boarding School comes from internal and external party. Pondok Pesantren Darush Sholihin has a role as a religious institution and society in general. Regarding the process of community empowerment to place kyai as central figure, kyai has a prominent role in every activity of boarding school. Local variation is evidenced by the many variations utilized in the empowerment of both natural and human resources. The learning process involves the community in various empowerment activities such as the manufacture of animal feed, plate and organic fertilizer. Social inclusion is evidenced by the absence of different attention to the layers of society. The sustainability of the program is evident in the continued and increasing empowerment programs. In the process of empowerment, Pondok Pesantren Darush Sholihin supported funding by utilizing technology through social media to raise funds. In this way various financing activities of empowerment can be fulfilled. Keywords: Pondok Pesantren, Empowerment, Process.
Kata Kunci : Keywords: Pondok Pesantren, Empowerment, Process.