SIMULASI RUANG PERKANTORAN TAPAK TERBUKA MENGGUNAKAN SOFTWARE CATT ACOUSTIC
NOVRIMAN LIVIA, Sentagi Sesotya Utami
2017 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKATingkat kenyamanan pada suatu bangunan dapat ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya kenyamanan termal, kenyamanan visual, dan kenyamanan akustik. Ruang perkantoran dengan desain tapak terbuka memberikan keunggulan dalam segi penghematan energi dengan meningkatkan efisiensi pada pengkondisian udara dan pencahayaan. Akan tetapi kondisi akustik yang tidak baik dapat menggangu konsentrasi pekerja. Pada penelitian ini topik yang diangkat adalah bagaimana mengeksplorasi tingkat kenyaman akustik pada ruang perkantoran tapak terbuka dengan menggunakan metode simulasi. Metode simulasi memudahkan dalam mendapatkan nilai parameter akustik yaitu waktu dengung, kejelasan suara, dan tekanan suara). Ketiga nilai parameter akustik dilambangkan dengan T30, C50, dan SPL. Simulasi juga dapat menghasilkan sinyal impuls respon untuk mendapatkan nilai koherensi. Nilai koherensi digunakan untuk menentukan sifat ruangan kantor apakah anechoic, reverb, atau diffuse. Dari hasil perhitungan simulasi didapat nilai rata-rata T30 yang didapat cukup tinggi yaitu 1,22 s. Rentang nilai C50 berada pada rentang -8,4 dB hingga -1,1 dB dan SPL berada pada rentang 83.4 dB hingga 94.1. Setiap penerima bervariasi sehingga menyebabkan kecilnya nilai koherensi. Nilai koherensi paling baik berada pada workstation 1 dan 2 yaitu sebesar 0,4138. Nilai minimal koherensi early setiap workstation adalah 0,2 dB sedangkan nilai koherensi later berada dibawah 0,2 dB.
The level of comfort in a building can be reviewed from various aspects, such as thermal, visual, and acoustic. Open-plan office provides advantages in terms of energy saving by increasing efficiency in air conditioning and lighting. Unfavorable acoustic conditions can disrupt the concentration of workers. In this study the topic raised is. Method of parameter acceleration, sound dynamics, and sound. The three acoustic parameters are denoted by T30, C50, and SPL. Simulations can also generate coherence signals. Coherence value is used to determine the nature of anechoic office room, reverb, or diffuse. From the calculation results obtained average T30 obtained is quite high that is 1.22 s. The range of C50 is in the range of -8.4 dB to -1.1 dB and SPL is in the range of 83.4 dB to 94.1. Each receiver varies causing a small amount of coherence. Coherence value is best located at workstations 1 and 2 that is 0.4138. The minimal value of the initial coherence of each workstation is 0.2 dBARA coherence value will be below 0.2 dB
Kata Kunci : Reverberation Time, Clarity, SPL, Impulse response, Coherence