Laporkan Masalah

Model Kemitraan Multistakeholder yang dikembangkan oleh PT Aneka Tambang dalam Mengelola Kegiatan CSR melalui Program Pengembangan Ekonomi Produktif Kerajinan Sulam

FITRI ANADEWI, Dr.Krisdyatmiko,Sos., M.si.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

INTISARI Kehadiran CSR baik sebagai konsep ideal dalam diskursusmaupun aksi nyata tidak pernah sepi dari perdebatan kritis.Begitu pula dengan kemitraan yang merupakan salah satu konsep ideal untuk mengintegrasikan para aktor yang terlibat dalam upaya pembangunan kesejahteraan sosial selalu menjadi pokok diskusi dari para aktor yang terlibat dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat. Namun begitu, program CSR yang dibangun dengan kemitraan, nampaknya juga belum mampu mengindikasikan adanya kenaikan tingkat kesejahteraan yang sigifikan pada masyakarat. Banyak perusahaan mengaku bahwa mereka telah menjalin kemitraan dengan aktor lain yaitu pemerintah dan juga masyarakat Begitu juga dengan perusahaan PT Aneka Tambang, namun realitasnya di lapangan masih banyak masyarakat di Desa Pedalaman yang ada di sekitar area perusahaan pertambangan tetap hidup di bawah garis kemiskinan. Melalui realita tersebut peneliti tertarik untuk mencoba mengunggap jalinan kemitraan yang dilakukan oleh ketiga aktor dengan melihat relasi atau hubungan antar aktor yang terlibat dalam jalinan kemitraan tersebut yang antara lain adalah perusahaan Antam, pemerintah Desa Pedalaman, pelaku pengembangan ekonomi produktif kerajinan sulam, serta masyarakat sekitar Desa Pedalaman. Adapun metode penelitian tersebut adalah penelitian kualitatif yang bersifat diskripsi analitik Penelitian ini menggunakan beberapa konsep dan teori yang antara lain adalah konsep kemitraan, konsep good governance serta teori yang antara lain adalah teori konvergensi, Laurence Kincaid serta teori kapitalisme demokrasi asli Karl Marx. Hasil penelitian memperihatkan bahwa perusahaan Antam telah menjalin kemitraan dengan beberapa aktor tersebut, namun, kemitraan yang terjalin antar ketiganya dalam kaitannya dengan komunikasi dan interaksi telah didominasi oleh perusahaan sehingga komunikasi yang dijalankan oleh ketiga aktor tersebut hanya berjalan satu arah.Tarik menarik kepentingan justru mengiringi tujuan CSR ke dalam arah yang tidak jelas. Penyebab dari tidak imbangnya jalinan komunikasi antar ketiga aktor tersebut antara lain adalah terjadinya pola patronase yang terjadi antara pemerintah Desa Pedalaman dengan Perusahaan Antam, serta regulasi yang mengikat pada Perusahaan Antam yang membuat Antam tidak maksimal dalam melakukan program kegiatan CSR. Upaya konkrit perlu dilakukan oleh ketiga aktor ini, dari pihak masyarakat dituntut untuk mampu mengorganisir diri agar mampu mengontrol hubungan antara perusahaan dengan pemerintah, serta dari perusahaan untuk tidak hanya mengejar imej positif namun juga bagaimana program csr yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci : CSR, Kemitraan, Kapitalime, Dominasi Komunikasi.

ABSTRACT The presence of CSR as both an ideal concept in discourse and real action is never deserted from critical debate. Similarly, a partnership which is one of the ideal concepts to integrate actors involved in social welfare development efforts has always been the subject of discussion of the actors involved in welfare development Community. However, CSR programs built with partnerships, however, have not been able to indicate a significant increase in the level of welfare in the community. Many companies claim that they have established partnerships with other actors, namely the government and the community. So is the company of PT Aneka Tambang, but in reality there are still many people in the surrounding villages in the vicinity of mining companies living below the poverty line. The research method is qualitative research that is analytic description. This research uses several concepts and theories which among others are the concept of partnership, the concept of good governance and the theory which among others is the theory of convergence, Laurence Kincaid and the theory of "genuine democratic capitalism" Karl Marx. The research results show that Antam company has established partnerships with some of these actors, however, the partnership that exists between the three in relation to communication and interaction has been dominated by the company so that communications run by the three actors only go one way. Interest interesting interests instead accompany the goal CSR in an unclear direction. The cause of uneven communication among the three actors is the occurrence of patronage patterns between the village government of Desa Pedalaman and Antam Company, as well as the binding regulations on Antam Company which make Antam not maximal in conducting CSR program activities. Concrete efforts need to be done by these three actors, from the public is required to be able to organize themselves in order to be able to control the relationship between the company and the government, as well as from the company to not only pursue the positive image but also how the csr program is able to answer the needs of the community so as to improve the welfare Community.

Kata Kunci : Keywords: CSR, Partnership, Capitalization, Communication Domination

  1. S1-2017-332999-abstract.pdf  
  2. S1-2017-332999-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-332999-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-332999-title.pdf