Laporkan Masalah

PENGARUH IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEH (Camellia sinensis L.) PAGILARAN TERPILIH

AINI HIDAYATI, Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 AGRONOMI

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan setek tujuh klon teh PGL dan mengetahui respon tujuh klon teh PGL terhadap aplikasi zat pengatur tumbuh pada masa pembibitan. Penelitian dilaksanakan di kebun teh PT Pagilaran, Batang, JawaTengah dari bulan Februari hingga Agustus 2013. Penelitian disusun menggunakan percobaan petak belah (Split Plot Design). Zat Pengatur Tumbuh sebagai petak utama (main plot) yaitu IAA (Indoleaceticacid) dan BAP (Benzylaminopurin). Klon teh sebagai anak petak (sub plot) berupa PGL 1, PGL 3, PGL 4, PGL 10, PGL 12, PGL 15, PGL 17 dan TRI 2025 sebagai klon pembandingnya. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara pemberian zat pengatur tumbuh dengan klon teh pada hampir semua parameter pengamatan. Pemberian zat pengatur tumbuh berupa IAA dan BAP tidak mampu meningkatkan pertumbuhan bobot kering total, tinggi tanaman dan diameter batang pada bibit setek. Pertumbuhan tinggi tanaman pada perlakuan IAA dan perlakuan BAP lebih tinggi daripada perlakuan IAA+BAP.

The research aimed to evaluate the growth of seven PGL tea clones cuttings and find out the responses of seven PGL tea clones growth with additional IAA and BAP in the nursery. Research carried out at tea plantation PT Pagilaran, Batang, Central Java from Februari to August 2013. The research was arranged in a Split Plots Design. The growth regulator as the main plot consisted of IAA and BAP. Clone tea as the sub plot consisted of PGL 1, PGL 3, PGL 4, PGL 10, PGL 12, PGL 15, PGL 17 and TRI 2025 as control. Results of the research showed there was no interaction between natural hormone and tea clone in almost all parameters observated.

Kata Kunci : clone, IAA, BAP

  1. S1-2017-288914-abstract.pdf  
  2. S1-2017-288914-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-288914-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-288914-title.pdf