Laporkan Masalah

PENGARUH INKLUSI KEUANGAN TERHADAP STABILITAS KEUANGAN: NEGARA-NEGARA BERDASARKAN KLASIFIKASI TINGKAT PENDAPATAN, 2004-2014

WIRDATUL AINI , A. Tony Prasetiantono, Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Inklusi keuangan menjadi kunci bagi pengembangan sektor jasa keuangan. Pengembangan sektor jasa keuangan harus diikuti dengan stabilitas keuangan yang terjaga. Krisis keuangan Asia dan Global memberikan pelajaran bahwa pentingnya menjaga stabilitas keuangan. Pengembangan sektor jasa keuangan melalui inklusi keuangan diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap stabilitas keuangan antar negara tingkat pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan inklusi keuangan terhadap stabilitas keuangan pada berbagai negara berdasarkan kategori tingkat pendapatan pada periode 2004-2014. Penelitian ini menggunakan regresi unbalanced panel data dengan model fixed effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan melalui proksi outstanding deposits berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap stabilitas keuangan pada negara berpendapatan tinggi dan menengah ke atas, dan berpengaruh negatif dan signifikan pada pada negara berpendapatan menengah ke bawah dan rendah. Sementara itu, melalui proksi outstanding loans berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stabilitas keuangan pada negara berpendapatan tinggi dan menengah ke atas, berpengaruh positif dan tidak signifikan pada negara berpendapatan menengah ke bawah, dan berpengaruh positif dan signifikan pada negara berpendapatan rendah.

Financial inclusion has become a main key for financial service development yet this development should also consider financial stability. The Asian financial crisis 1997 and the Global financial crisis 2008 gave us lesson of how important to maintain financial stability. Thus, the development of the financial services sector through financial inclusion is expected to impact the financial stability of the countries income levels. This study aims to determine the effect of financial inclusion relation to the financial stability in many countries based on their level of income during 2004-2014. This study used unbalanced panel data regression with fixed effect model. The results showed that financial inclusion proxied by commercial bank outstanding deposit has positive yet unsignignificant effect on financial stability for high income and upper-middle income countries, and has negative significant effect for lower-middle income and low income countries. Meanwhile, financial inclusion proxied by commercial bank outstanding loan has negative significant effect on financial stability in high income and upper-middle income countries. This result is the opposite of lower-middle income which showed positive yet unsignificant effect, and positive significant impact for low income countries.

Kata Kunci : inklusi keuangan, stabilitas keuangan, krisis keuangan, aset lancar

  1. S1-2017-330848-abstract.pdf  
  2. S1-2017-330848-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-330848-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-330848-title.pdf