Pengaruh Tingkat Naungan dan Residu Tanaman Kacang Hijau Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung (Solanum melongena L.) di Lahan Pasir Pantai Bugel Yogyakarta
SITI AFROHUL QONITA, Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc.; Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc.
2017 | Skripsi | S1 AGRONOMITerung merupakan tanaman sayur yang termasuk famili Solanaceae. Untuk meningkatkan produksi tanaman terung dilakukan perluasan lahan dengan melakukan budidaya tanaman terung di sub-optimal yaitu lahan pasir pantai. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh naungan dan residu tanaman empat kultivar kacang hijau terhadap hasil terung melalui perubahan karakter fisiologi dan pertumbuhan. Serta untuk mengetahui tingkat naungan yang optimal bagi pertumbuhan terung di lahan pasir pantai. Percobaan ini dilaksanakan di lahan pasir Pantai Bugel Kulon Progo, Yogyakarta pada bulan Oktober 2013 sampai bulan Maret 2014. Penelitian dilaksanakan dengan percobaan lapangan menggunakan rancangan percobaan petak belah (Split Plot Design). Tingkat naungan sebagai petak utama (main plot) dan residu tanaman kultivar kacang hijau sebagai anak petak (sub plot). Tingkat naungan yang digunakan adalah 0%, 25%, dan 50%. Sub plot adalah residu tanaman empat kultivar kacang hijau yaitu Kenari, Lokal Wonosari, Kutilang, dan Vima-1. Serta satu perlakuan sebagai kontrol yaitu tanpa naungan (tingkat naungan 0%) dan tanpa pemberian residu kacang hijau. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam taraf kepercayaan 5 %, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan tingkat naungan dan residu tanaman kacang hijau terhadap hasil terung (ton/ha). Tingkat naungan 0% berpengaruh terhadap hasil total terung yaitu 37,58 ton/ha dengan adanya peningkatan sebesar 9,3%. Residu tanaman kacang hijau kultivar Kenari berpengaruh terhadap hasil total terung yaitu 44,83 ton/ha dengan adanya peningkatan sebesar 30,4%. Dengan hasil total terung perlakuan kontrol adalah 34,38 ton/ha.
Eggplant is a vegetable plant that belongs to the family of Solanaceae. To increase the production of eggplant cultivation is done by expanding the land by conducting the cultivation of eggplant in sub-optimal that is coastal sand land. This study was conducted to determine the effect of shade and plant residue of four cultivars of green beans on eggplant result through physiology characteristic and growth. And to know the optimal shade for the growth of eggplant in the sand beach. This experiment was conducted at Bugel Kulon Progo Beach, Yogyakarta from October 2013 to March 2014. The experiment was conducted by field experiment using Split Plot Design. Level of shade as main plot and plant residue of green bean cultivar as sub plot. The shade used is 0%, 25%, and 50%. The sub plot is the four cultivar plant residues of green beans namely Kenari, Local Wonosari, Kutilang, and Vima-1. And one treatment as a control that is without shade (0% shade level) and without the provision of green bean plant residue. The data obtained were analyzed with 5% confidence level, followed by Duncan's Multiple Range test at 5% error level. The results showed that there was an interaction between shade level treatment and green bean plant residues on eggplant yield (ton / ha). Shade 0% effect on eggplant total yield is 37,58 ton / ha with an increase of 9,3%. Kenari bean cultivar residue has an effect on total eggplant result that is 44,83 ton / ha with an increase of 30,4%. With the result of total eggplant the control treatment was 34,38 ton / ha.
Kata Kunci : naungan, residu, terung, kacang hijau