Laporkan Masalah

PEMULIHAN KORBAN SELAMAT GEMPA DAN TSUNAMI ACEH 2004 (STUDI KASUS DI PADANG SEURAHET BEKAS BENCANA, KABUPATEN ACEH BARAT)

AL KINDI HARLEY, Prof. Dr. Irwan Abdullah

2017 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGI

Gempa dan tsunami aceh 2004 merupakan salah satu bencana terbesar di abad ini dan melibatkan banyak pihak dalam proses pemulihannya. Tidak hanya berdampak pada kehancuran material, bencana ini juga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan para korban yang selamat. Studi ini ditujukan untuk mendalami bagaimana para korban yang selamat bertahan dan menjalani kehidupan mereka setelah gempa dan tsunami 2004 dari perspektif mereka sendiri. Pendekatan antropologi kebencaan turut digunakan untuk melihat bagaimana dinamika yang terjadi selama proses pemulihan. Fokus penelitian ini adalah menggali bagaimana para korban tsunami bertahan dan pulih secara mental dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode etnografi yang merupakan bagian dari penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan penelusuran data sekunder. Penelitian dilakukan selama 4 bulan (Oktober 2016 - Januari 2017) di Padang Seurehat Bekas Bencana, Kabupaten Aceh Barat - salah satu wilayah yang hancur total akibat bencana gempa dan tsunami 2004. Hasil penelitian menunjukan bahwa para korban selamat (survivors) dapat pulih secara mental dari bencana gempa dan tsunami 2004 dengan cara menerima realitas bencana itu sebagai salah satu takdir, Act Of God, yang sudah terjadi dan tidak boleh disesali. Realitas ini kemudian ditafsirkan melalui ideologi keislaman yang mereka anut dan telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak lama. Internalisasi nilai-nilai islam (dalam kontek penerimaan musibah) menjadi pemandu bagi mereka untuk pulih dari kedukaan dan rasa takut. Para korban tsunami juga meyakini bahwa setiap ada musibah yang menimpa kehidupan mereka, maka akan diikuti dengan kemudahan-kemudahan dan hikmah di baliknya. Untuk memulihkan kembali kehidupan dan bertahan secara ekonomi para korban tsunami memanfaatkan semua sumber daya yang ada baik dari sisa gempa dan tsunami maupun sumber daya dari pihak luar (bantuan). Proses pemulihan ini terwujud melalui berbagai macam dinamika dan aktifitas penghidupan yang mereka upayakan. Upaya-upaya tersebut meliputi pemanfaatan bantuan, berpartisipasi dalam program Cash For Work, menggunakan hibah atau modal usaha untuk memulai kembali usaha atau beralih profesi dan melakukan diversifikasi livelihood. Namun beberapa aktifitas ini memiliki dampak terhadap pergeseran nilai kolektif baik secara sementara maupun jangka panjang sehingga berpotensi menjadi "bencana kedua" bagi nilai kehidupan sosial mereka.

The Aceh 2004 earthquake and tsunami was one of the greatest disasters of the century and involved many agencies in the recovery process. Not only cause material damage, this disaster also affects the survivors' lives. This study aims to explore how survivors survive and remaking their life after the 2004 earthquake and tsunami from their own perspective. The focus of this research is to explore how survivors survive mentally and economically. This study uses ethnographic methods that are part of qualitative research. The disaster anthropological approach used to analyze how the dynamic of life occurred during the recovery process. Data collected by participatory observation, interview and secondary data review. The study was conducted for 4 months (October 2016 - January 2017) in Padang Seurehat Bekas Bencana, a district of West Aceh - one of the worst areas devastated by the 2004 earthquake and tsunami. The results show that the survivor able to recover mentally from the earthquake and tsunami 2004 by accepting the reality of the disaster as one of destiny, Act of God, which has happened and should not be regretted. This reality is then interpreted through their Islamic ideology and has become part of their lives for a long time. Thus the internalization of Islamic values (in the context of accepting misfortune, calamity) becomes a guide for them to recover from grief and fear. The survivors also believe that every disaster that befalls their lives, it will be followed by berkah behind it. To restore life and to survive economically, the survivors use of all available resources from the remnants of the earthquake and tsunami as well as external resources (assistance). This recovery process is manifested through the various kinds of livelihood activities they seek. These efforts include the use of assistance, participating in the Cash For Work program, using grants or enterprise capital to restart business or switch professions and diversify livelihood. However, some of these activities have an impact on the shift of collective value, either temporarily or long term, so it potentially becomes a "second disaster" for their social life.

Kata Kunci : Survivor, Survive, Gempa Dan Tsunami Aceh 2004, Pemulihan

  1. S2-2017-388983-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388983-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388983-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388983-title.pdf