Laporkan Masalah

Perdagangan Perempuan di Kabupaten Magelang

DARMADI, Dr. Agus Joko Pitoyo M.A

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perdagangan perempuan merupakan salah satu tindak pidana yang sangat kompleks dan merupakan kejahatan yang luar biasa sehingga sulit untuk diberantas. Praktik jual beli manusia terutama perempuan dan anak sudah lama terjadi serta mengalami perubahan bentuk dan pola penjaringan korban dari waktu ke waktu. Salah satu bentuk penjaringan korban adalah dengan berkedok penyaluran tenaga kerja. Kasus perdagangan perempuan sungguh memprihatinkan, selain jumlah korban yang semakin besar juga terbentuk jaringan antar pelaku (trafficker) yang cukup rapi. Modus operasinya pelaku perdagangan perempuan semakin canggih dengan menyertakan pihak berwenang sebagai back up nya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang mengakibatkan perempuan terjerat kasus perdagangan perempuan, mekanisme apa saja yang dilakukan serta bentuk eksploitasi apa yang dilakukan terhadap korban dengan metode kualitatif. Sumber data berasal dari korban perdagangan perempuan serta stakeholder terkait. Informan juga berasal dari perangkat desa yang korban perdagangan perempuan yang tidak memungkinkan untuk diminta informasi. Selanjutnya analisis triangulasi digunakan dalam analisis data penelitian untuk memperoleh kesimpulan hasil penelitian di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan kurangnya pengalaman terhadap dunia kerja menjadikan korban mudah terjerat perdagangan perempuan. Faktor pemicu yang dominan dalam kasus perdagangan perempuan ini adalah faktor ekonomi. Semakin tingginya kebutuhan hidup yang tidak disertai dengan pendapatan membuat korban mudah untuk dijerat. Iming-iming gaji besar oleh para trafficker berpengaruh dalam perekrutan perdagangan perempuan. Pemalsuan identitas dan dokumen dalam kasus ini bertujuan untuk memuluskan trafficker dalam mentransfer korban perdagangan perempuan. Eksploitasi terhadap korban umumnya dijadikan pembantu rumah tangga tanpa upah ataupun waktu bekerja yang lama.

Woman trafficking is one of the most complex crimes and an extraordinary crime that is difficult to eradicate. The practice of human trafficking, especially women and children has long been happening and has changed the form and pattern of victim screening from time to time. One form of victim screening is by impersonating the distribution of labor. The case of human trafficking is very apprehensive, in addition are increasing number of victims also forms of network of inter-traffickers quite neat. The modes of operation of woman trafficking actors are increasing sophisticated by including the authorities as their back up. This study was conducted to determine what factors causing the trapped victims of woman trafficking cases, what mechanisms were done and what kind of exploitation was done to the victims using qualitative method. Source of data from victims of woman trafficking and related stakeholders. Informan from village apparatuses from victims of women trafficking who are not allowed to be asked for information. Further triangulation method used in the analysis of research data to obtain conclusions of research results in the field. The results of this study indicate the lack of work experience to make easy victim of woman trafficking. The dominant trigger factor in the case of woman trafficking is the economic factor. The higher the necessities of life that are not accompanied by income make the victim easy to get snared. The lure of big salaries by traffickers is effect to recruitment of women trafficking. Falsification of identity and documents in this case aims to easy of traffickers in transferring victims of woman trafficking. Exploitation of victims is commonly used as housemaids without wages or long working hours.

Kata Kunci : perdagangan perempuan , ketenagakerjaan, mekanisme, eksploitasi

  1. S1-2017-285118-abstract.pdf  
  2. S1-2017-285118-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-285118-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-285118-title.pdf