Laporkan Masalah

Ruang Kriminal di Kecamatan Mlati

ARYAN INDRANU, Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kriminalitas merupakan masalah yang dipicu oleh aspek sosial dan ekonomi. Kawasan perkotaan dengan masyarakat yang heterogen, rawan akan konflik antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain. Kecamatan Mlati memiliki kecenderungan untuk menjadi pusat pertumbuhan Kabupaten Sleman. Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka pertumbuhan penduduk (kepadatan penduduk dan kawasan terbangun). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pola dan sebaran kriminalitas yang ada di Kecamatan Mlati. 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kriminalitas. 3) Mengetahui upaya pencegahan kriminal yang dilakukan oleh masyarakat dan juga pemerintah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan metode pendekatan Deduktif Kualitatif-Kuantitatif (Mix Method) dengan unit analisis lima desa yang ada di Kecamatan Mlati yaitu Desa Sinduadi, Sendangadi, Sumberadi, Tirtoadi, dan Tlogoadi. Adapun variabel yang digunakan dalam menganalisis tingkat kerawanan kriminalitas adalah kepadatan penduduk, kemiskinan, kepadatan bangunan, jumlah fasilitas, jalan, dan kondisi kriminal. Hasil dari penelitian ini adalah pola dan persebaran kriminalitas di Kecamatan Mlati yang terpusat pada Desa Sinduadi. Hal ini disebabkan banyaknya pusat kegiatan dan fasilitas yang ada dan juga kepadatan penduduk yang paling besar dibandingkan dengan desa yang lain. Faktor non fisik yang paling mempengaruhi perhitungan kerawanan kriminalitas adalah kepadatan penduduk dan kemiskinan. Sedangkan faktor fisik yang mempengaruhi perhitungan kerawanan kriminal adalah jumlah fasilitas pembangkit aktivitas, kepadatan bangunan, dan jalan. Desa sinduadi juga merupakan desa yang mempunyai kerawanan kriminal yang paling tinggi. Sedangkan Desa Sendangadi mempunyai angka kerawanan kriminal sedang. Tiga desa lainnya mempunyai tingkat kerawanan sangat rendah. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa Desa Sinduadi mempunyai respon yang paling baik dibandingkan dengan desa yang lain. Meskipun respon di Siduadi sudah paling baik dibandingkan dengan desa yang lain tapi tampaknya atau diduga bahwa peluang kriminalitas (kerawanan) terlalu besar sehingga angka kriminal yang dihasilkan tetap paling besar.

Criminality is a problem triggered by social and economic aspects. Urban areas with heterogeneous communities, prone to conflict between one community and another. Mlati sub-district has a tendency to become the growth center of Sleman Regency as it evidenced by the rate of population growth (population density and built area). This study aims to: 1) Know the pattern and distribution of criminality in Mlati sub-district. 2) Know the factors that affect crime. 3) Know the crime prevention by the community and government. This research used case study with qualitative-quantitative deductive approach (mixed method) with analysis unit of five area in Mlati sub-district, such as; Sinduadi, Sendangadi, Sumberadi, Tirtoadi, and Tlogoadi. The variables used in categorizing crime vulnerability level are population density, poverty, building density, number of facilities, roads, and criminal conditions. The result of this research is the pattern and distribution of criminality in Mlati sub-district which is centered on Sinduadi. This is due to the large number of activity centers and facilities as well as the largest population density compared with other villages. Non-physical factors that most influence the crime rate are population density and poverty. While the physical factors that affect the crime rate are the number of facilities generating activities, building density, and roads. Sinduadi village is also a village that has the highest criminal vulnerability. Meanwhile, Sendangadi Village has a moderate crime rate. The other three villages have very low levels of crime rate. The analysis also shows that Sinduadi Village has the best response compared to other villages. Although the response in Siduadi is the best compared to other villages but it seems or suspected that the chances of crime are too high so that the crime rate is still greatest than the other villages.

Kata Kunci : kriminalitas, kerawanan ; criminality, vulnerability

  1. S1-2017-302078-abstract.pdf  
  2. S1-2017-302078-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-302078-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-302078-title.pdf