Laporkan Masalah

PERBANDINGAN PENGARUH KONSUMSI ENERGI LISTRIK DAN SELUBUNG GEDUNG PADA PERPINDAHAN KALOR KE LINGKUNGAN Studi Kasus : Gedung - B Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

A-ANT SULTAN R, Dr. Eng. M. Kholid Ridwan, S.T., M.Sc.; Ir. Balza Achmad, S.T., M.Sc.E.

2017 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKA

Urban heat island (UHI) merupakan fenomena yang mampu meningkatkan suhu perkotaan sehingga lebih tinggi dari daerah pedesaan sekitarnya. Radiasi matahari diserap oleh elemen di daerah perkotaan kemudian dipancarkan kembali ke udara lingkungan, hal tersebut menyebabkan pemanasan perkotaan. Selubung gedung merupakan salah satu elemen. Selain itu, pembentukan UHI akibat konsumsi energi listrik berpotensi terjadi. Hal ini disebabkan oleh kalor yang dipindahkan komponen tata udara (TU) ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kalor yang dipindahkan komponen TU dan perpindahan kalor permukaan selubung eksterior gedung (PSEG) ke lingkungan. Gedung B Fakultas Biologi Univesitas Gadjah Mada digunakan sebagai objek penelitian. Waktu penelitian dilaksanakan selama 2 hari (pukul 09.00 sampai dengan 09.00 selama 24 jam) pada hari pertama tanggal 4 Mei 2017 dan hari kedua tanggal 29 Mei 2017. Alat yang digunakan untuk penelitian adalah kamera termal, environment meter, data logger temperatur dan humiditas, solar power meter, dan power meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kalor yang berpindah dari PSEG lebih dominan daripada kalor yang dipindahkan komponen TU. Kalor yang dipindahkan oleh TU sebesar 746,74 kWh dan dari PSEG ke lingkungan sebesar 2.805,33 kWh. Dengan demikian, penentuan kinerja termal selubung gedung diperlukan untuk mitigasi UHI.

Urban heat island (UHI) is the raised urban temperature phenomenon and it is higher than rural surrounding area. Solar radiation is absorbed by environment elements and removed to surrounding area, it causes UHI. Building envelope is one of environment element. Furthermore, heating on urban area is impacted by electrical energy consumption potentially occurred. It is caused by heat removed from air system (TU) component to surrounding area. The objectives of this research were to determine heat removed from TU component and heat transfer on exterior wall surface of building envelope to surrounding area. Building B on Faculty of Biology Universitas Gadjah Mada is used to be research object. This research had held on 2 days (09.00 AM until 09.00 AM on 24 hours), first day on 4 May 2017 and second day on 29 May 2017. Instruments on this research had been used thermal camera, environment meter, data logger temperature and humidity, solar power meter and power meter. Result has showed that heat had transferred on PSEG to environment is more dominant than heat removed from TU component. Heat from TU component removed 746,74 kWh and on PSEG 2.805,33 kWh from total heat transfer to environment. Therefore, determination of thermal performance on building envelope is need for UHI mitigation.

Kata Kunci : urban heat island, perpindahan kalor, selubung gedung, konsumsi energi, tata udara/ urban heat island, heat transfer, building envelope, energy consumption, air conditioning

  1. S1-2017-333385-abstract.pdf  
  2. S1-2017-333385-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-333385-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-333385-title.pdf