Laporkan Masalah

PENGARUH DIET ISOFLAVON GENISTEIN SUSU KEDELAI TERHADAP KECEPATAN PERGERAKAN GIGI SECARA ORTODONTI

NUR RAHMAH, Dr. drg. Sri Suparwitri, SU., Sp. Ort.(K); drg. Niswati Fathmah Rosyida, MDSc

2017 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGI

INTISARI Minat akan perawatan ortodonti semakin meningkat akibat tingginya prevalensi maloklusi. Perawatan ortodonti didasarkan pada fakta bahwa dengan memberikan tekanan yang tepat maka gigi geligi dapat bergerak melalui remodeling jaringan periodontal. Diet yang diberikan mempengaruhi respon jaringan periodontal sehingga dapat mempecepat atau memperlambat pergerakan gigi secara ortodonti. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh diet isoflavon genistein susu kedelai terhadap kecepatan pergerakan gigi secara ortodonti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Subjek penelitian adalah 24 tikus Sprague dawley berjenis kelamin jantan yang dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan isoflavon genistein susu kedelai yang masing-masing kelompok dibagi ke dalam kelompok hari ke-1, 4 dan 7. Tikus dipasang alat ortodonti pada gigi incisivus rahang atas dan diberikan isoflavon genistein susu kedelai dengan dosis 0,7 mg/hari. Penilaian dilakukan dengan cara mengukur jarak interincisivus gigi rahang atas tikus menggunakan jangka sorong digital pada hari ke-1, 4 dan 7 setelah diberikan isoflavon genistein susu kedelai. Data dilakukan uji normalitas dengan Shapiro wilk dan uji homogenitas dengan levene�s test, perbedaan rerata jarak interincisivusnya dilakukan uji two way anova. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan jarak interincisivus yang signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol dan perlakuan. Kesimpulan penelitian adalah isoflavon genistein susu kedelai dapat menghambat kecepatan pergerakan gigi secara ortodonti pada hari ke-1 dan ke-4. Kata kunci: diet, isoflavon genistein, perawatan ortodonti, susu kedelai

ABSTRACT Interest in orthodontic treatment is increasing due to the high prevalence of malocclusion.Orthodontic treatment is based on the fact that by applying a proper force the teeth can move through periodontal tissue remodeling. Diet can affect periodontal tisssue response so it can increase or inhibite the orthodontic tooth movement. The aim of this study was to determine the diet effect of isoflavone genistein soy milk in orthodontic tooth movement. This is a laboratory experimental research. The subjects of this study were 24 male Sprague dawley rats that were divided into two groups which is control groups and groups that given isoflavone genistein soy milk, each groups divided into groups day 1, 4 and 7. Rats were installed orthodontic appliances in maxillary incisors and given 0,7 mg/day isoflavone genistein soy milk. The assessment was performed by measuring the interincisive distance of the maxillary teeth of the ratsusing the digital caliper at days 1, 4 and 7 after being given isoflavone genistein soy milk. The data were tested normality with Shapiro wilk and homogeneity with levene's test, which then be tested difference of interincisivus distance using two way anova. The study showed there was significant difference of interincisivus distance between the control groups and groups that given isoflavone genistein soy milk (p <0.05). This conclusion of this study was isoflavone genistein soy milk can inhibit the rate of orthodontic tooth movement at days 1 and 4. Key words: diet, isoflavone genistein, orthodontic treatment, soy milk

Kata Kunci : diet, isoflavon genistein, perawatan ortodonti, susu kedelai