Laporkan Masalah

Kontestasi dan Negosiasi Ideologi dalam Novel Imarah Ya'qubiyyan karya Alaa Al-Aswani: Analisis Hegemoni Gramsci

DIAN PUSPITA SARI H, Dr. Aprinus Salam, M.Hum.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Sastra

Penelitian ini menganalisis kontestasi dan negosiasi ideologi dalam novel Imarah Yaqubiyyan (IY) karya Alaa al Aswani dengan menggunakan teori hegemoni Gramsci. Sastra dalam pandangan Gramsci merupakan situs kontestasi ideologi. Sastra turut dalam proses kontestasi yang terdapat dalam masyarakat sipil. Dalam proses kontestasi tersebut dalam teori hegemoni, sastra ditunjukkan dapat mempertahankan tatanan lama yang sedang berlaku atau sebaliknya dapat meruntuhkan tatanan lama dan membangun tatanan baru dengan hegemoni baru pula. Kunci dari keberterimaan atau tingkat hegemoni sebuah karya terletak pada negosiasi ideologi yang dilakukan oleh pengarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IY lahir sebagai respons pengarang atas kontestasi ideologi yang sedang berlangsung antara penguasa dan kelompok oposisi penguasa pada masa pemerintahan Husni Mubarak (1981-2011). Kapitalisme dalam IY merupakan ideologi dominan penguasa yang digambarkan menjadi dasar dari konflik-konflik yang ada dalam IY. Adapun beberapa ideologi lain yang terrdapat dalam IY, yakni Sosialisme, sekularisme, liberalisme, modernisme, nasionalisme dan Islam. Kontestasi dilakukan dengan cara berupaya merebut dominasi melalui peran intelektual dan subaltern. Dalam kontestasi tersebut antar satu ideologi dan lain terbangun tiga hubungan yakni, subordinatif, kontradiktif dan korelatif. (1) hubungan yang bersifat subordinatif antara ideologi kapitalisme terhadap sosialisme dan kapitalisme terhadap Islam. (2) hubungan kontradiktif antara kapitalisme dan nasionalisme, kapitalisme dan Islam, serta kapitalisme dan sosialisme. (3) hubungan korelatif terdapat pada ideologi Islam dan kapitalisme, Islam dan liberalisme, Islam dan modernisme serta Islam dan Nasionalisme. Dalam menyikapi kontestasi ideologi tersebut IY diciptakan sebagai media bagi pengarang untuk menawarkan ideologi liberalisme dengan menegosiasikan dengan ideologi lain. Adapun beberapa ideologi yang dinegosiasikan oleh pengarang yakni Islam-modern, Islam-kapitalis dan Nasionalis-religius. Negosiasi ideologi tersebut ditujukan kepada subaltern yang mayoritas berideologi Islam-tradisional. Liberalisme sebagai jalan untuk menciptakan masyarakat yang demokratis. Berdasarkan IY, Demokrasi adalah jawaban yang dapat merangkul segala ideologi plural yang sedang berkontestasi dan memecahkan masalah dasar sosial-politik, yaitu kepemimpinan yang diktator baik dalam maupun di luar novel.

This research analyses the contestation and negotiation of ideology in the Imarah Yaqubiyyan (IY) novel created Alaa al Aswani by using Gramsci hegemony theory. According to Antonio Gramsci, Literature is the site of ideology contestation. Literature involves in the process of contestation in civil society. In the contestation process in hegemony theory, literary is showed to preserve the old structure which is into effect or by contrast, it can throw the old structure out and build new structure by new hegemony. The reaction criterion or hegemony level of novel is located on negotiation of ideology which is done by author. Result of this research showed that IY written as the response of author for ideology contestation which was prevailing between the leader and opposition in Mubarak regime (1981-2011). In IY, Capitalism was dominant ideology of regime which was described as the basic conflict in the IY. Some other ideologies which were in the IY are Socialism, Secularism, Liberalism, Modernism, Nationalism, and Islamic. The contestation happens by struggling to take domination through the role of intellectual and subaltern. In the contestation, there are three relations that were built between each ideology that are subordinate, contradictive and correlative. (1) The Subordinate relation was capitalism through socialism, Islam and capitalism. (2) The Contradictive connection was capitalism and Nationalism, Islam and capitalism, as well as socialism and capitalism. (3) Correlative relation was Capitalism and Islam, Liberalism and Islam, Modernism, Islam and Nationalism ideology. IY was written by Aswani as the medium to respond the contestation of ideology and to offer Liberalism by negotiating with other ideology. Ideologies which were negotiated by author were Islam and Modern, Capitalism and Islam, and Nationalism and Religious. The negotiation of ideology was showed to subaltern which was majority Islam and Traditional ideology in Egypt. Liberalism was the way to create democratic society. Based on IY, Democracy is the answer which can hold together all plural ideology which contributed and solved the fundamental socio-politic problem that is dictator leadership either ins or outs of the novel.

Kata Kunci : Keywords: IY, hegemoni, kontestasi, negosiasi, ideologi.

  1. S2-2017-389066-bibliography.pdf  
  2. S2-2017-389066-title.pdf