TINGKAT PREVALENSI TOXOPLASMOSIS PADA KAMBING DI KECAMATAN GALUR, GIRIMULYO, DAN LENDAH, KABUPATEN KULON PROGO
TESSA WEMONA GIANDRA, drh. Aris Purwantoro, M.S.i.
2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANToxoplamosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat ditularkan melalui feses, makanan, dan sumber air yang terkontaminasi. Indonesia memiliki tingkat prevalensi toxoplasmosis yang tinggi yaitu 11-61%. Kambing merupakan salah satu hospes intermedier dari T. gondii dan banyak dipelihara di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi toxoplasmosis di Kecamatan Galur, Girimulyo, dan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan mengambil sampel darah dari kambing di Kecamatan Galur, Girimulyo, dan Lendah masing-masing sebanyak 16, 191, dan 55 sampel. Sampel darah diambil dari vena jugularis kambing dan dimasukkan ke dalam tabung EDTA. Sampel darah di-pooling selanjutnya dilakukan isolasi DNA. Amplifikasi DNA dilakukan dengan menggunakan primer SDKF dan SDKR. Interpretasi hasil dilihat di bawah sinar ultraviolet dengan mengamati pita DNA hasil elektroforesisnya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat prevalensi pada Kecamatan Galur, Girimulyo, dan Lendah masing-masing sebanyak 71,4%, 97,2%, dan 83,3%.
Toxoplasmosis is a zoonotic disease caused by Toxoplasma gondii. This parasite can be transmited through contaminated feces, food, and water source. Goat is one of the intermediate hosts of T. gondii and is widely kept in Kulon Progo Regency. This study aimed to determine the prevalence rate of toxoplasmosis in Galur, Girimulyo, dan Lendah District, Kulon Progo Regency. This study used Polymerase Chain Reaction (PCR) by taking blood samples from goats in Galur, Girimulyo, dan Lendah District respectively 16, 191, and 55 samples. The blood samples were taken from the jugular vein of goats and put into a EDTA-filed tube. The blood samples were pooled and then carried out by DNA isolation. SDKF and SDKR were used to perform DNA amplification. Interpretation of the results were seen under ultraviolet light by observing the DNA band of the electrophoresis results. The results showed that prevalence rates in Galur, Girimulyo, and Lendah District were 71,4%, 97,2%, and 83,3%, respectively.
Kata Kunci : Toxoplasmosis, Toxoplasma gondii, goat, Polymerase Chain Reaction, Kulon Progo