Peran Identitas Moral dan Moral Disengagement terhadap Perilaku Anti Sosial pada Remaja Laki-laki di Kota Yogyakarta
MEYRANTIKA MAHARANI, Sutarimah Amppuni, S.Psi., M.Si., Psikolog
2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran identitas moral dan moral disengagement terhadap perilaku anti sosial pada remaja laki-laki di Yogyakarta. Hipotesis penelitian ini adalah perilaku anti sosial dapat diprediksi oleh identitas moral dan moral disengagement; identitas moral yang rendah dan moral disengagement yang tinggi akan memunculkan perilaku anti sosial yang tinggi pada remaja laki-laki, demikian pula sebaliknya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Anti Sosial, Skala Identitas Moral, dan Skala Moral Disengagement. Partisipan penelitian adalah 121 siswa laki-laki di SMK Negeri 5 Yogyakarta dan SMA Negeri 4 Yogyakarta. Analisis regresi yang dilakukan dengan metode enter menunjukkan bahwa, sesuai yang diharapkan, perilaku anti sosial dapat diprediksi oleh identitas moral dan moral disengagement secara bersama-sama (R2 = 0,122; F= 8,19; t= 3,86; p < 0,01). Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas moral (b = -0,55; t = -2,08 ;p < 0,05) yang rendah dan moral disengagement (b = 0,29; t = 2,49 ;p < 0,05) yang tinggi dapat meningkatkan perilaku anti sosial.
This research aimed to determine the role of moral identity and moral disengagement on antisocial behavior in male adolescents at the City of Yogyakarta. It was hypothesized that antisocial behavior can be predicted by moral identity and moral disengagement; lower moral identity and higher moral disengagement would lead to higher antisocial behavior, and vice versa. Antisocial Behavior Scale, Moral Identity Scale, and Moral Disengagement Scale were used to measure students' antisocial behavior, moral identity, and moral disengagement respectively. Participants were 121 male students from SMKN 5 Yogyakarta and SMAN 4 Yogyakarta. Regression analysis with enter method showed that, as expected, antisocial behavior was significantly predicted by moral identity and moral disengagement (R2 = 0,122; F= 8,19; t= 3,86; p < 0,01). Lower moral identity (b = -0,55; t = -2,08 ;p < 0,05) and higher moral disengagement (b = 0,29; t = 2,49 ;p < 0,05) led to increasing antisocial behavior.
Kata Kunci : perilaku anti sosial, identitas moral, moral disengagement, remaja laki-laki, Kota Yogyakarta/antisocial behavior, moral identity, moral disengagement, male adolescent, the City of Yogyakarta