Laporkan Masalah

GAMBARAN INDIKATOR KLINIS DARI DIAGNOSIS KEPERAWATAN (NANDA-I) NYERI AKUT DENGAN STATUS NYERI PADA PASIEN DI INSTALASI DIALISIS RSUP DR. SARDJITO

FATIN HAPSAH AFIFAH, Eri Yanuar Akhmad B.S., S.Kep., Ns., MN.Sc.(IC) ; Intansari Nurjannah, BSN., MN.Sc., Ph.D., ; Anggi Lukman Wicaksana, S.Kep., Ns., M.S

2017 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar belakang: Hemodialisis merupakan salah satu terapi pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. Salah satu dampak dari terapi hemodialisis yaitu nyeri akut. Nyeri akut merupakan perasaan yang bersifat subjektif dan tidak menentu dalam durasi <6 bulan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Namun, hingga saat ini penyebab dan tingkat nyeri pada pasien hemodialisis belum banyak diteliti. Tujuan: Mengetahui gambaran nyeri akut pada pasien penyakit ginjal kronik dengan menggunakan instrumen indikator klinis nyeri akut yang disusun berdasarkan NANDA-I dan Visual Analigue Scale (VAS). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif-kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini yaitu pasien penyakit ginjal kronik di instalasi dialisis RSUP Dr. Sardjito dengan total jumlah responden 72 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Visual Analogue Scale (VAS) dan instrumen yang disusun berdasarkan indikator klinis diagnosis keperawatan (NANDA-I) nyeri akut. Analisis univariate digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi indikator klinis nyeri akut pada nyeri ringan, sedang dan hebat. Hasil: Sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (51.39%) diikuti dengan nyeri ringan (33.33%) dan nyeri hebat (15.28%). Karakteristik nyeri responden yaitu Provocation = gerakan (87.50%), Quality = ditusuk (83.33%), Regio = tangan (84.72%), Radiation = tidak menjalar (91.67%), Time = hilang timbul (97.22%). Indikator klinis yang selalu muncul pada nyeri ringan, sedang dan hebat yaitu sikap melindungi area nyeri (100%). Sedangkan merintih merupakan item yang paling sedikit dialami (5.56%) Kesimpulan: Indikator klinis diagnosis keperawatan (NANDA-I) nyeri akut yang terdapat pada pasien hemodialisis memiliki pola persentase yang tidak teratur terhadap tingkatan nyeri.

Background: Hemodialysis is the one of therapy for patients with Chronic Kidney Disease (CKD). One of clinical manifestation due to hemodialysis therapy is acute pain. Acute Pain is subjective and unpleasant sensory less than 6 months may have an impact decreased Quality of Life (QoL). But, until now there are not much research about causes and severity of acute pain in hemodialysis patients. Objective: to know descriptions of acute pain in CKD patients with clinical indicators instrument of acute pain based on NANDA-I and Visual Analogue Scale (VAS). Method: this study is a descriptive-quantitative research with cross-sectional design. Respondents in this study were 72 CKD patients who undertook hemodialysis in Dialysis Installation, Dr Sardjito Hospital. Instruments that used in this study are clinical indicators instruments of acute pain on NANDA-I and Visual Analogue Scale (VAS). Uni-variate Analysis used to know frequency of acute pain clinical indicators on mild pain; moderate pain and severe pain. Result: The majority of respondents (51.39%) experience moderate pain, following by mild pain (33.33%) and severe pain (15.28%). Characteristic of respondents pain were Provocation= movements (87.50%); Quality= knife liked pain (83.33%); Regio = hand (84.72%); Radiation= no radiation of pain (91.67%); Time= intermittent (97.22%). Furthermore, clinical indicators which always presented in all patients with pain was guarding behavior. While moaning was the least experienced item (5.56%). Conclusion: The clinical indicators of acute pain in hemodialysis patients have an irregular percentage pattern on level of pain.

Kata Kunci : diagnosis keperawatan NANDA-I, hemodialisis, indikator klinis nyeri akut

  1. S1-2017-346432-abstract.pdf  
  2. S1-2017-346432-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-346432-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-346432-title.pdf