Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO DENGAN TINGKAT KEJADIAN RICKETTSIOSIS PADA ANJING DI YOGYAKARTA

ALFIAN HERDI FEISAL, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, M.P.

2017 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Penyakit parasit darah yang sering menginfeksi anjing yang disebabkan oleh spesies Ehrlichia sp dan Anaplasma sp disebut dengan rickettsiosis. Rickettsiosis pada beberapa kasus kronis menyebabkan kematian yang fatal. Penyebaran rickettsiosis disebabkan oleh vektor berupa caplak. Sebagai penanggulangannya perlu diketahui risiko apa saja yang mempengaruhi tingkat kejadian rickettsiosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian dan risiko yang mempengaruhi penyakit rickettsiosis di Yogyakarta. Sampel darah diambil dari 123 anjing secara acak selama bulan Desember 2016 hingga April 2017 di Yogyakarta. Sampel darah anjing dibuat preparat apus darah untuk diamati di bawah mikroskop kemudian sebagian sampel darah dilakukan peneguhan diagnosa melalu teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Faktor risiko rickettsiosis yaitu umur, jenis kelamin, ras, infestasi caplak, jumlah anjing yang dipelihara, pemeliharaan, anjing diumbar, dan anjing lain di sekitar rumah dianalisis menggunakan chi-square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kejadian rickettsiosis di Yogyakarta sebesar 12,19%. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa pemeliharaan anjing di luar kandang berhubungan dengan kejadian rickettsiosis, dikarenakan nilai p <0,05, dengan kekuatan hubungan atau OR sebesar 10 kali lipat.

Rickettsiosis are blood parasites disease that often infect a dog caused by Ehrlichia sp and Anaplasma sp. Rickettsiosis in some chronic cases causing a fatal mortality. Rickettsiosis transmitted by a tick as vector. As a preventive step to control the disease, there is need to know the risk factors that related to the disease. This research aimed to determined incidence rate and risk factor of the rickettsiosis case in Yogyakarta. Blood samples were collected randomly from 123 dogs during December 2016 until April 2017 in Yogyakarta. Blood smears were made from blood samples and observed under microscop. Blood samples were also did confirmation of diagnosis with Polymerase Chain Reaction (PCR). The risk factor which is age, sex, breed, tick infestation, number of dogs kept together, dogs cage, dogs are released and other dogs around the house were analyzed with chi-square and Odds Ratio (OR). The result of this research showed that incidence rate of rickettsiosis in Yogyakarta is 12,19%. Result of chi-square test showed dog care outside the cage is related with rickettsiosis case, because of the value of p <0,05 and calculation of OR is tenfold.

Kata Kunci : tingkat kejadian, risiko, rickettsiosis, Yogyakarta

  1. S1-2017-349502-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349502-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349502-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349502-title.pdf