KONTRIBUSI PETANI DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DAN HUTAN NEGARA DENGAN POLA AGROFORESTRY
BERYL CHOLIF BUDI A, Dr. Budiadi, S. Hut., M. Agr.
2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVPengelolaan hutan rakyat dan hutan negara merupakan suatu kegiatan dalam mengelola hutan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil dari tujuan-tujuan yang diharapkan petani, oleh sebab itu untuk mencapai hasil tersebut perlu adanya kontribusi dari petani dalam mengelola hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam dan biaya kontribusi petani dalam mengelola hutan negara dan hutan rakyat di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara pada petani yang mengelola hutan negara dan hutan rakyat (15 responden) kemudian petani yang mengelola hutan rakyat saja (15 responden) dengan ketentuan dalam pengelolaan hutan menggunakan pola agroforestry. Data yang dikumpulkan berupa macam kontribusi dan besaran biaya yang sudah dilakukan petani dalam mengelola hutan. Data yang dikumpulkan kemudian di analisis secara kuantitatif deskriptif dan dalam pengolahan data dibantu dengan menggunakan uji statistik standar deviasi yang berguna untuk mengetahui tingkat keberagaman individu dalam sampel. Hasil yang diperoleh yaitu macam kontribusi terbesar yang dilakukan oleh semua petani berupa pengadaan bibit (100%), pembuatan lubang tanam dan penanaman (100%), pemanenan pakan ternak di hutan negara (100%) dan pengadaaan alat (100%). Biaya rata-rata yang dikeluarkan petani untuk pengelolaan hutan negara dan hutan rakyat sebesar Rp. 6.110.813 (± 1.475.344)/tahun sedangkan untuk pengelolaan hutan rakyat saja sebesar Rp. 4.605.148 (± 2.982.909)/tahun.
Management of forests community and state forests is an activity in forest management that aims to get results from what is expected of farmers, therefore, to achieve these results need their contribution of farmers in forest management. This study aims to determine the kinds and cost contribution of farmers in managing state forests and forests community in the Village of Sambak, District of Kajoran, Magelang. The research was conducted by interview on farmers who manage state forests and forests community (15 respondents) and then the farmer who manages forest community (15 respondents) with provisions for forest management using agroforestry. Results collected in the form of a wide contribution and the amount of fees that have been done of farmers in managing the forest. Results collected later in quantitative descriptive analysis and assisted in data processing using statistical test standard deviation is useful to know the level of diversity of individuals in the sample. The results obtained by the kind of the greatest contributions made by all the farmers in the form of seedlings (100%), making holes for planting and cultivation (100%), fodder harvesting in state forests (100%) and providing a tool (100%). The average cost incurred farmers for state forest management and community forests Rp. 6.110.813 (± 1.475.344)/year while for forest management people only Rp. 4.605.148 (± 2.982.909)/year
Kata Kunci : Hutan Negara, Hutan Rakyat, Macam Kontribusi, Biaya Kontribusi