Persepsi Masyarakat Terhadap Pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)
HAPSARI LARAS, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, S.Si., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPembangunan jalan tol Becakayu adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatan jumlah jaringan jalan sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan dan memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat Jabodetabek. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait pembangunan jalan tol. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pembangunan jalan tol Becakayu berdasarkan karakteristik sosial ekonomi, 2) Mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap pembangunan jalan tol Becakayu, dan 3) Mengetahui permasalahan pembangunan jalan tol Becakayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan campuran. Pemilihan lokasi sampeling dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan memilih kelurahan yang dilintasi oleh proyek pembangunan jalan tol, yaitu Kelurahan Jakasampurna, Jatibening, Bintara Jaya, Pondok Kelapa, Pondok Bambu, Duren Sawit, dan Cipinang Melayu. Jumlah responden yang digunakan adalah 100 orang dengan unit sampling rumah tangga yang tersebar secara proporsional di kelurahan yang terpilih. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pengetahuan tinggi dengan proporsi 82%, sedangkan tingkat pengetahuan rendah hanya 18%, serta terdapat keterkaitan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. 2) Persepsi masyarakat cenderung positif dengan aspek informasi dan transparansi (92%), perubahan aktivitas (59%) dan seluruh aspek (67%), sedangkan untuk aspek dampak lingkungan didominasi oleh persepsi negatif yang mencapai 93% responden. 3) Permasalahan pembangunan jalan tol Becakayu antara lain adalah masalah pembebasan lahan, kerusakan fasilitas umum, kemacetan, dan kerusakan lingkungan.
The development of Becakayu Highway is one of the government's efforts for increasing the number of road as a solution to reduce traffic jam and fulfil Jabodetabek community mobilization needs. This research is focused to know community perseption related to highway development. This study aims to: 1) To know the level of public knowledge of Becakayu highway development based on socio-economic characteristics, 2) to identify public perception on Becakayu highway development, and 3) to know the problem of Becakayu highway development. The method used in this research is quantitative method and mixed method. Purposive sampling method was used to select sampeling location, where the highway development crossed. The sampling locations are Jakasampurna, Jatibening, Bintara Jaya, Pondok Kelapa, Pondok Bambu, Duren Sawit, and Cipinang Melayu. The number of respondents used is 100 people that spread proportionally in selected sub-districts with household as sampling unit. The results of the research are: 1) the majority of people have a high level of knowledge with a proportion of 82%, while the low knowledge level is only 18%, there is a correlation between the level of knowledge with education level and type of profession. 2) Public perception tends to be positive with information and transparency (92%), activity change (59%) and all aspects (67%), while for environmental impact is dominated by negative perception which reach 93% of respondents. 3) The problems of Becakayu highway development are land acquisition, public facility damage, traffic jam, and environmental damage.
Kata Kunci : Persepsi, Masyarakat, Sampel, Kuantitatif, Jalan Tol