Laporkan Masalah

ANALISIS GENDER DALAM PROGRAM PHBM DI LMDH MARGOMULYO, DESA NGADIMULYO, KECAMATAN KAMPAK, KABUPATEN TRENGGALEK

RATRI DIAN LESTARI, Wiyono, S.Hut., M.Si

2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Program PHBM dilaksanakan untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan terhadap keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan, melalui pengelolaan sumberdaya hutan dengan model kemitraan. Kegiatan pengelolaan hutan membutuhkan partisipasi masyarakat baik pria maupun wanita, tetapi sering dianggap bahwa perempuan hanya pantas sebagai ibu rumah tangga. Melalui program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) maka peluang perempuan untuk mendapatkan kesetaraan gender semakin terbuka. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive samplig dengan jumlah responden 60 orang. Analisis data dilakukan cara deskriptif. Analisis gender dilakukan dengan menggunakan metode Harvard. Penelitian ini mengindikasikan bahwa dalam kegiatan peyadapan, perempuan memiliki akses dan kontrol lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Pada kegiatan pemanfaatan upah hasil penyadapan keduanya memiliki akses dan kontrol yang tinggi. Akses dan kontrol untuk pelatihan lebih banyak dilakukan oleh laki-laki. Begitu juga akses dan kontrol untuk penyuluhan juga lebih banyak dilakukan oleh laki-laki.

CBFM program was implemented to enhance the role and responsibilities of Perum Perhutani and forest villagers to the function and benefits of forest resources, through forest resources management with the partnership model. In the CBFM program implementation activities, forest villagers will get revenue in accordance with the agreement between Perum Perhutani with the community. The research was conducted by method. Survey Data collection was performed by using purposive samplig with the number of respondents 60 people. Data analysis was performed using descriptive. Gender analysis is done by using the Harvard method. Of this study indicate that the activity peyadapan, women have access and control is higher compared to men. On the utilization of both the interception wages have access and control is high. Access and control of the training is done mostly by men. Likewise, access and control for counseling also done mostly by men.

Kata Kunci : Akses dan kontrol, gender, laki-laki dan perempuan, PHBM

  1. D3-2017-368913-abstract.pdf  
  2. D3-2017-368913-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-368913-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-368913-title.pdf