KONTRIBUSI PENYADAPAN GETAH PINUS TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DESA HUTAN (PENYADAP) DI RPH SUGIHAN, BKPH PACE, KPH KEDIRI
LORI VAMBUDI, Wiyono, S.Hut., M.Si.
2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVPengelolaan hutan termasuk di dalamnya kegiatan pengelolaan hutan pinus terjadi interaksi dan partisipasi antara hutan dengan masyarakat. Hal ini terlihat dalam bentuk aktifitas masyarakat yang terlibat dalam penyadapan getah Pinus merkusii dan juga pemanfaatan lahan hutan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. Bentuk-bentuk aktifitas yang terjadi berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan terutama penyadap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kegiatan penyadapan pinus terhadap pendapatan total dan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan pendapatan total penyadap getah pinus. Pemilihan sampel responden pada penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode wawancara dengan alat kuisioner kepada masyarakat desa hutan yang berprofesi sebagai penyadap getah pinus dan observasi lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sawahan dan Desa Duren Kecamatan Sawahan atau di kawasan hutan RPH Sugihan BKPH Pace KPH Kediri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari aktifitas penyadapan getah pinus yang dilakukan masyarakat memberikan kontribusi penyadapan sebesar sekitar 75,75% atau sebesar Rp 14.889.677,42. Tingkat kesejahteraan penyadap getah pinus berdasarkan kriteria Upah Minimum Kabupaten Nganjuk sekitar 45,16% termasuk golongan masyarakat sejahtera, namun jika tidak ada kegiatan penyadapan getah pinus maka 100% penyadap termasuk golongan tidak sejahtera.
Forest management including forest management activities and participation pine interaction between forests and people. It is seen in the form of community activity involved in the sap Pinus and use of forest land for agriculture and plantation activities. The forms of activity that occurs directly impact the income and welfare of forest communities, especially tapper. This study aims to determine the contribution of pine tapping activities to the total income and the level of social welfare is based on total revenue of pine sap tappers. Selection of the sample of respondents in this study conducted by method purposive sampling. The sampling technique was conducted by means of interviews with questionnaires to the forest villagers who work as pine sap tappers and field observations. The research was conducted in the village of Desa Duren Sawahan and Sawahan or in the forest area RPH Sugihan BKPH Pace KPH Kediri. Based on the survey results revealed that of pine resin tapping activities do people contribute intercepts of approximately 75.75% or Rp14,889,677.42.Level of welfare of pine sap tappers by the Minimum Wages criteria Nganjuk approximately 45.16% belonged to the public welfare, but if there is no tapping of pine resin then 100% tappers belonged not prosper.
Kata Kunci : Hutan negara, Perhutani, Kontribusi, Penyadapan