Laporkan Masalah

PERANAN MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK USAHA KECIL (Studi Mengenai Kelompok Batik Tulis Kebon Indah di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten)

YUDIANTO, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos, M.Si

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Sejarah perekonomian indonesia tidak dapat dilepaskan dari keberadaan UMKM. Hal ini dikarenakan sektor ini mampu menjadi penyelamat bagi perekonomian indonesia, terutama ketika terjadi krisis ekonomi. Daya tahan sektor UMKM harus diakui lebih dikarenakan tidak bergantungnya pada modal asing, selain itu keberfungsian modal sosial juga menjadi faktor pendukung yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Modal sosial tersebut kemudian menjadi semacam energi penggerak terhadap berbagai tindakan sosial termasuk yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama. Dibentuknya kelompok batik tulis kebon indah di Desa Kebon tidak terlepas dari keberadaan modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Desa Kebon terutama pengrajin batik. Kelompok tersebut hadir ditengah-tengah pengrajin batik sebagai wadah membangun integrasi sosial diantara pengrajin batik. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan modal sosial dalam pengembangan kelompok batik tulis kebon indah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan dengan melakukan observasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelompok batik tulis kebon indah serta mengumpulkan dokumen dalam melengkapi data penelitian. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang, yang terdiri dari 4 pengurus kelompok, 6 anggota kelompok dan 1 dari pegurus desa. Hasil penelitian ini menunjukkan integrasi sosial diantara pengrajin batik tumbuh dan berkembang melalui mekanisme kegiatan-kegiatan sukarela seperti gotong-royong, nyumbang, rewang, nyadran serta menjenguk teman yang sakit atau melayat jika ada yang meninggal. Kegiatan tersebut telah memupuk rasa solidaritas dan kepercayaan yang menjadi modal sosial diantara pengrajin batik. Modal sosial tersebut berubah menjadi semangat kolektif yang menggerakkan setiap tindakan sosial yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Melalui kelompok batik tulis kebon indah modal sosial tersebut diorganisir agar dapat dimaksimalkan kebermanfaatnya. Kelompok ini merupakan wadah bagi pengrajin batik untuk mengembangkan kapasitasnya. Selain itu kelompok juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kelompok batik ini. Hal tersebut dapat dilihat dari perubahan manajemen pengelolaan usaha batik yang lebih sistematis, pengetahuan tentang usaha batik yang meningkat, serta pemanfaatan jaringan sebagai wujud dari rasa saling percaya yang tinggi antar pihak-pihak yang saling berkaitan.

Indonesian economic history couldn't be separated to UMKM (Micro and middle-end business) existence. It was caused that this sector have capability to save the Indonesian economy, especially economic crisis. The high resistence of UMKM sector must be realized because it was not depend on foreign capital, moreover, the function of social capital as the supporting factor should not be denied. This social capital then became a kind of energy to support several of social activity to improve common prosperity. The forming of 'batik tulis kebon indah' association in Kebon Village was related to social capital owned by Kebon village people, especially from Batik artists. This association was born as a place to build social integration among Batik artists. Related to this case, this research was aimed to know the role of social capital in the development of 'batik tulis kebon indah' This research was conducted using qualitative method with descriptive analysis. Data collection techniques used were in-depth interviews to find more complete information, observed the activities undertaken by 'batik tulis kebon indah' association, and collected documents to complete research data. The informants of this research were 11 people, consist of 4 association committees, 6 association members, and 1 village committee. The result of this research indicated that social integration among batik artists was growth and increased through the mechanism of voluntary activities such as gotong-royong, nyumbang, rewang, nyadran and visiting friends who are sick or mourning if someone dies. These activities had developed sense of solidarity and trust became a social capital among batik artist. Social capital was transformed into a collective spirit that moves every social action that aimed for the common good. Through 'batik tulis kebon indah' association, social capital was organized in order to maximize the benefit. This association was a place for batik artist to develop their capacity. Moreover, the association also cooperated with various parties and stakeholder to develop this batik association. It could be seen from the change in management of batik business be more systematic, the increase of knowledge about batik business, and the utilization of network as a form of high mutual trust between related parties.

Kata Kunci : Kata kunci: UMKM, Modal Sosial, Kelompok batik tulis kebon indah

  1. S1-2017-299672-abstract.pdf  
  2. S1-2017-299672-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-299672-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-299672-title.pdf