Laporkan Masalah

Dukungan Sosial Bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) (Studi Terhadap Eks Penerima Manfaat Panti Sosial Marsudi Putra Antasena Magelang)

SARAH KUSUMA DININGRUM, Dr. Tri Winarni Soenarto Putri, S.U.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Jumlah kasus berkaitan dengan anak berhadapan dengan hukum baik anak sebagai pelaku maupun korban di Indonesia cukup tinggi dibandingkan kasus yang berkaitan dengan anak lainnya. Pada tahun 2016, jumlah kasus mengenai anak berhadapan dengan hukum adalah 1002 kasus. Untuk menangani anak berhadapan dengan hukum Kementerian Sosial Republik Indonesia menyelenggarakan rehabilitasi sosial berbasis panti sosial. Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Antasena merupakan salah satu panti yang melakukan rehabilitasi sosial untuk anak berhadapan dengan hukum. Tujuan dari rehabilitasi sosial adalah mengembalikan fungsi sosial anak berhadapan dengan hukum sehingga mampu mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan pengembalian fungsi sosial anak berhadapan dengan hukum tidak hanya karena rehabilitasi sosial yang dijalani tetapi adanya dukungan sosial dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga dan teman sebaya. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih karena dianggap mampu untuk menjelaskan fenomena penelitian secara kompleks dan mendalam. Proses penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang diantaranya lima eks penerima manfaat PSMP Antasena, tiga orang pekerja sosial, lima anggota keluarga dari eks penerima manfaat PSMP Antasena dan tiga orang teman dekat dari eks penerima manfaat PSMP Antasena. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dukungan sosial yang diterima oleh eks penerima manfaat berasal dari tiga pihak, yaitu pihak keluarga, teman dekat dan pihak PSMP Antasena. Dukungan yang diberikan dari ketiga pihak tersebut memiliki pengaruh penting dalam membantu eks penerima manfaat mengembalikan fungsi sosialnya. Dukungan sosial yang berasal dari pihak keluarga berupa perubahan perilaku keluarga yang lebih peduli ke pada eks penerima manfaat dan adanya kontrol dari keluarga kepada eks penerima manfaat agar tidak kembali melakukan perilaku yang menyimpang dengan memberikan nasehat. Selain dukungan emosional, keluarga juga memberikan dukungan instrumental berupa bantuan materi kepada eks penerima manfaat. Dukungan sosial dari teman dekat berupa pemberian informasi lowongan pekerjaan serta menjadi tempat curhat ketika eks penerima manfaat mengalami masalah. Dukungan sosial dari PSMP Antasena berupa pemberian konseling serta motivasi selama masa rehabilitasi, adanya bimbingan keterampilan kerja, serta pemberian informasi mengenai pola asuh anak kepada pihak keluarga sehingga diharapkan keluarga dapat mengetahui pola asuh anak yang benar. Dukungan sosial dari pihak PSMP Antasena tidak hanya diberikan saat berada di panti, tetapi setelah selesai menjalani rehabilitasi pihak panti masih melakukan bimbingan lanjut untuk mengontrol perkembangan eks penerima manfaat, serta memberikan bantuan kerja jika eks penerima manfaat membutuhkan. Menurut eks penerima manfaat dukungan sosial yang mereka butuhkan dan berpengaruh adalah berasal dari dukungan keluarga.

The number of cases related to children in conflict with the law of both children as perpetrators and victims in Indonesia is quite high compared to cases related to other children. By 2016, the number of cases concerning children facing the law is 1002 cases. To handle children in conflict with the law, the Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia conducts social rehabilitation based on social institutions. Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Antasena is one of the institutions that perform social rehabilitation for children dealing with the law. The purpose of social rehabilitation is to restore the social function of children in conflict with the law so as to be independent and play an active role in the life of society. The successful return of the social function of the child is against the law not only because of social rehabilitation but social support from his environments such as family and peers. The method used by the researcher in this research is the descriptive qualitative method. This method was chosen because it was able to explain the phenomenon of research in a complex and deep. The process of determining informants was conducted by using purposive sampling technique, which included five former beneficiaries of PSMP Antasena, three social workers, five family members from former PSMP Antasena beneficiaries and three close friends from former beneficiaries of PSMP Antasena. The results obtained from this study are social support received by former beneficiaries come from three parties, namely the family, close friends and the PSMP Antasena. The support provided by these three parties has an important influence in helping ex-beneficiaries return their social function. Social support that comes from the family in the form of changes in family behavior that is more concerned about the former beneficiaries and the control of the family to the former beneficiaries in order not to re-conduct deviant behavior by giving advice. In addition to emotional support, the family also provides instrumental support in the form of material assistance to former beneficiaries. Social support from close friends in the form of providing job vacancy information and a place to vent when the former beneficiaries have problems. Social support from PSMP Antasena in the form of counseling and motivation during rehabilitation period, the existence of job skill guidance, and giving information about child care pattern to the family side so that expected the family can know the correct child care pattern. Social support from the PSMP Antasena is not only given while in the orphanage, but after completion of rehabilitation, the institute is still doing further guidance to control the development of former beneficiaries, and provide assistance if the former beneficiary requires. According to the former beneficiaries, the social support they need and influence is derived from family support.

Kata Kunci : Social Support, Child in Conflict with the Law

  1. S1-2017-347715-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347715-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347715-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347715-title.pdf