TERJEMAHAN NOVEL NABEBUGYOOHANKACHOO NEKO TO NINJA TO TAIKO-SAN HALAMAN 25 SAMPAI 41 KARYA HIROFUMI TANAKA
ADI SETIAWAN, Mery Kharismawati,S.S.,M.si
2017 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANG SVTugas Akhir ini berjudul Terjemahan buku Nabebugyoohankachoo Neko to Ninja to Taiko san bagian pertama yang berjudul Shinobi Meishi halaman 25 sampai 41 karya Hirofumi Tanaka. Pada bagian pertama berjudul Shinobi Meishi halaman 25 sampai 41 ini, bercerita mengenai seorang polisi pada zaman Edo Dooshin bersama seorang anak buahnya yang berpatroli keliling kota Osaka untuk mengusut sebuah kasus pencurian resep masakan. Dalam pencarianya, ditemukan hal yang tidak terduga, seperti ninja, serta kasus percobaan pembunuhan terhadap seorang samurai. Buku ini dipilih karena setting cerita yang ada di dalamnya berlatar tempat di kota Osaka pada Zaman Edo. Setelah membaca buku ini, terdapat informasi perihal kehidupan di Jepang pada zaman Edo. Bahasa yang digunakan buku ini merupakan Bahasa Jepang logat Osaka Osaka ben. Terlebih lagi, buku ini belum pernah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Dalam menerjemahkan buku ini terdapat berbagai kendala yang dihadapi. Diantaranya, yang pertama, bahasa Jepang logat Osaka sedikit berbeda dengan bahasa jepang pada umumnya. Kedua, ada beberapa hal yang hanya ada pada zaman Edo, namun sudah tidak digunakan lagi pada zaman ini, sehingga penulis harus mencari padanan kata yang cocok. Ketiga, Mencari arti serta padanan kata yang dapat dengan mudah dipahami oleh para pembaca.
This final project is entitled the translation of Nabebugyoohankachoo Neko to Ninja to Taiko san Chapter 1 Page 25 41 by Hirofumi Tanaka. Chapter 1 Shinobi Meshi page 25 41 is the story of a cop in Edosperiod Dooshin with his guard patrolled around Osaka city to investigate the stolen recipees case. They found several unexpected things, such as ninja, also an attempted murder toward a samurai. The reason for translating the book Nabebugyoohankachoo Neko to Ninja to Taiko-san is because it occured in Osaka city in Edo period. After reading, the readers could understand a few things about daily life in Edo period. This book used Osaka dialect Osaka ben for conversation parts. Moreover, this book is translated because It has not translated into Indonesian yet. There are several problems in translating this book. First, the Osaka dialect is very different from the general Japanese. Second, there are several things that only used and existed in Edos period, so its difficult to find a match nowadays words. Third, selecting the suitable words that could be easily understand by the readers.
Kata Kunci : Kata kunci Tanaka Hirofumi, Nabebugyoohankachoo, Neko to Ninja to Taiko-san, Murata toshie, Kabushikigaishashueisha.