PENGARUH DOSIS PUPUK SP36 TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KALIANDRA PUTIH (Calliandra tetragona Willd Benth.)
WINDYANET GANERRY, Ir. Sukirno Dwi Asmoro Prianto, M.P.
2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVTanaman kaliandra putih (Calliandra tetragona) merupakan tanaman perdu yang juga merupakan tanaman pionir sebab kaliandra mampu hidup di berbagai jenis tanah. Selain itu memiliki banyak manfaat yang menguntungkan masyarakat yaitu batang kayu kaliandra putih dapat digunakan sebagai energi kayu bakar dan daunnya dapat dijadikan pakan ternak yang mengandung protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis pupuk SP36 yang sesuai untuk memacu pertumbuhan semai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Silvikultur Intensif UGM, Klebengan, Sleman, Yogyakarta. Pada bulan November 2016 – Februari 2017. Parameter yang diamati meliputi: persen hidup semai, tinggi semai, diameter semai, dan kondisi perakaran. Dosis pupuk yang diberikan yaitu K untuk dosis pupuk 0 gram; P1 untuk dosis pupuk 0,5 gram; P2 untuk dosis pupuk 1 gram; P3 untuk dosis pupuk 1,5 gram. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Completely Randomized Design dengan jumlah sampel sebanyak 30 semai untuk masing-masing perlakuan. Hasil penelitian pengaruh pemberian pupuk SP36 terhadap semai kaliandra putih menunjukkan hasil yang tidak signifikan dimana pertumbuhan tinggi dan diameter yang paling baik pada perlakuan P1 yaitu pada pemberian pupuk 0,5 gram diperoleh rata-rata tinggi 20,48 cm dan diameter 0,25 cm. Hasil perhitungan persen hidup, pertumbuhan semai kaliandra putih yang mencapai 100% yaitu pada perlakuan K, P1 dan P2 dan pada perlakuan P3 hanya mencapai 90%.
White kaliandra (Calliandra tetragona) is a shrubs and pioneer plants because it can live in various types of soil. Moreover it has many advantages for the community, sucs as it can be used as energy wood, and the leaves can be used as animal feed containing protein. This study aims to determine the appropriate dosage of SP36 fertilizer to spur the growth of seedlings. This research was conducted at the Laboratory of Intensive Silviculture UGM, Klebengan, Sleman, Yogyakarta. In November 2016 - February 2017. The parameters observed were the viable percentage of seedlings, seedling height, seedling diameter, and condition of root. The dosage treatments K for 0 gram; P1 for 0.5 gram; P2 for 1 gram and P3 for 1,5 grams. The research design used is Completely Randomized Design with a total sample of 30 seedlings for each treatment. Result showed that the dosage of SP36 did not affect the height and diameter of white kaliandra. The best treatment was P1 which has height and diameter respectively 20,48 cm and 0,25 cm. The viable percentage of K, P1, and P2 treatments reaches 100% while P3 treatment only reaches 90%.
Kata Kunci : kaliandra putih, pupuk SP36, semai, seedling, SP36 fertilizer, white kaliandra