Laporkan Masalah

PENGARUH LAMA WAKTU PENYAPIHAN TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KALIANDRA MERAH (Calliandra calothyrsus)

NUR AULIA ROHMATIN, Ir. Sukirno Dwi Asmoro Prianto, M.P

2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Calliandra calothyrsus merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat salah satunya yaitu sebagai sumber energi. Namun, tanaman kaliandra merah sendiri pembudidayaannya belum dikembangkan dengan baik. Kualitas dan kuantitas produksi bibit di persemaian yang masih rendah, akibat tata waktu penyapihan yang kurang sesuai. Sehingga diperlukan tata waktu penyapihan yang sesuai agar diperoleh kualitas maupun kuantitas bibit yang baik saat dilakukan penanaman di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang tepat dalam melakukan kegiatan penyapihan serta mengetahui pengaruh lama waktu penyapihan terhadap persen hidup semai kaliandra merah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Silvikultur Intensif UGM, Klebengan. Perlakuan lama waktu penyapihan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu P1 (penyapihan pertama/penyapihan pada hari ke 15-17 setelah penaburan), P2 (penyapihan ke dua pada hari ke 21-23 setelah penaburan), dan P3 (penyapihan ke tiga pada hari ke 27-29 setelah penaburan). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan setiap perlakuan terdapat 30 semai. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Completely Randomized Design. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis varian satu arah, apabila hasilnya berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjutan Duncan dan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengaruh lama waktu penyapihan terhadap pertumbuhan semai kaliandra merah menunjukkan hasil yang signifikan, dimana penyapihan pada umur semai sedang memiliki pertumbuhan tinggi dan diameter yang baik begitu pula untuk persentase hidup semai yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis perhitungan persen hidup, pertumbuhan tinggi dan diameter waktu penyapihan yang paling baik adalah perlakuan P2 (penyapihan ke dua) dengan lama waktu penyapihan pada hari ke 21-23 setelah penaburan dengan persentase hidup semai mencapai 100%, rata-rata pertumbuhan tinggi 17,97 cm dan rata-rata pertumbuhan diameter 0,203 cm pada pengamatan terakhir.

Calliandra calothyrsus is a plant that has many benefit, one of them is as a source of energy. However the cultivation of red kaliandra has not developed properly, because of the unappropriate time frame of weaning. So that the time frame of weaning of red kaliandra seedlings sould be adjusted. This study aims to determine the appropriate time of weaning for to red kaliandra seedling to get the best of viable percentage. This research was conducted at the Laboratory of Intensive Silviculture UGM, Klebengan. The treatment were P1 (first weaning, weaned at 15-17 days after sowing), P2 (second weaning, weaned at 21-23 days after sowing), and P3 (third weaning, weaned at 27-29 days after sowing). Each treatment was repeated 3 times and each treatment contained 30 seedlings. The design of the study is a Randomized Completely Design. Data were analyzed use one-way analysis of variance, if the results are significantly different, then continued with Duncan advanced test and using quantitative descriptive analysis. This results showed that time frame of weaning have affect hight and diameter of red kaliandra seedling significanly. P2 treatment hasd the best growth with height and diameter respectively 17, 97 cm and 0, 203 cm. Viable percentage of all treatment same wash 100%.

Kata Kunci : lama waktu penyapihan, pertumbuhan, semai kaliandra merah

  1. D3-2017-361945-abstract.pdf  
  2. D3-2017-361945-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-361945-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-361945-title.pdf