LAJU JATUHAN SERESAH PADA TEGAKAN LEGARAN (Alstonia spectabilis R.Br) DAN AKASIA MANGIUM (Acacia mangium Willd) DI HUTAN PENDIDIKAN WANAGAMA I
ANDINI NURYANISYA N, Daryono Prehaten, S.Hut., M.Sc
2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVLaju jatuhan seresah merupakan salah satu proses yang penting dalam ketersediaan unsur hara suatu tegakan hutan. Unsur hara yang cukup dan seimbang akan menghasilkan vegetasi penyusun tegakan dengan pertumbuhan yang optimal. Seresah merupakan segala bagian tanaman yang telah mati dan jatuh ke lantai hutan. Seresah yang jatuh tersebut dapat berupa daun, kulit batang, ranting, bunga ataupun buah tanaman. Keberadaan tegakan-tegakan di Hutan Pendidikan Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta termasuk di dalamnya tegakan legaran (Alstonia spectabilis R.Br) dan juga akasia mangium (Acacia mangium Willd), sangat berpengaruh terhadap proses penyediaan unsur hara dalam tanah. Penelitian Laju jatuhan seresah ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi seresah yang dihasilkan oleh tegakan yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2016 dengan lokasi penelitian di Petak Ukur Permanen (PUP) pada tegakan legaran (petak 18) dan tegakan akasia mangium (petak 16) Hutan Pendidikan Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta. Metode pengambilan data yang digunakan ialah menggunakan litter trap berupa jaring dengan ukuran 1m x 1m yang kemudian diikatkan dengan menggunakan tali pada pohon sebanyak 3 kali pengulangan pada setiap PUP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi seresah yang dihasilkan oleh kedua tegakan memiliki perbedaan namun tidak signifikan. Tegakan legaran menghasilkan rata-rata seresah sebesar 4,66 ton/ha/6 bulan sedangkan tegakan akasia menghasilkan rata-rata seresah daun sebesar 4,86 ton/ha/6 bulan. Hasil tersebut dipengaruhi oleh jenis tanaman, kerapatan tegakan, musim dan juga faktor lingkungan.
Rate dropping litter is one of the important processes in the availability of nutrients a forest stand, with enough nutrients and balanced will produce vegetation making up the stand with optimal growth. Litter is any part of the plant that have died and fell to the forest floor. Litter fall can be the leaves, bark, twigs, flowers or fruit of the plant. The existence of stand-stands in the Forest Education Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta includes stand legaran (Alstonia spectabilis R.Br) and also acacia mangium (Acacia mangium Willd), influence on the process of provision of nutrients in the soil. The rate of dropping litter study aims to determine the differences in the production of litter generated by the different stands. The study was conducted in October and November 2016, with research sites in the permanent sample plots on a stand legaran (plot 18) and stands of acacia mangium (plot 16) Forest Education Wanagama I, Gunung Kidul, Yogyakarta. The data collection method used is using litter traps in the form of a net with a size of 1m x 1m were then tied with a rope on a tree as much as 3 repetitions in each permanent sample plots. The results showed that the production of litter generated by the two stands have differences but not significant. Stands legaran produce an average litter of 4.66 tonnes/ha /6 months while the stands of acacia produce an average litter of leaves at 4.86 tonnes/ha/6 months. The results are influenced by the type of plant, stand density, season and also environmental factors.
Kata Kunci : seresah, laju jatuhan seresah, hutan pendidikan wanagama, litter, litter dropping rate, educational forest wanagama