Laporkan Masalah

THE ROLE OF GERMANY’S IDENTITY IN RESPONDING TO THE REFUGEE CRISIS (2014-2015)

JANET A SIMATUPANG, Atin Prabandari, SIP., MA(IR)

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Jerman telah menerima lebih dari 1 juta pengungsi dalam krisis pengungsi yang melanda Uni Eropa di tahun 2015. Berbeda dengan kebanyakan negara Eropa yang cenderung menolak , Jerman bersikap lebih terbuka dan menerima pengungsi. Angela Merkel, kanselir Jerman, bahkan mengumumkan secara terbuka bahwa Jerman akan menerima pengungsi. Hal ini membuat Merkel dan Jerman dipuji oleh masyarakat internasional. Namun, kritik dan penolakan juga mewarnai dinamika politik sosial Jerman. Banyak yang berpendapat bahwa banyaknya pengungsi yang masuk ke Jerman tidak hanya akan menjadi ancaman keamanan bagi masyarakat Jerman tapi juga merubah identitas dari Jerman. Keramahan dan penerimaan tersebut hanya berlaku bagi pengungsi, karena Jerman bersikap menolak dan lebih tertutup pada migran yang mencari kesempatan perbaikan hidup ke Jerman. Walaupun begitu, Jerman tetap menerima bagian terbesar dari pengungsi yang masuk ke Uni Eropa. Sejatinya, Jerman memiliki sejarah panjang dengan migran dan pengungsi dimulai dari pasca Perang Dunia ke- 2. Sejarah Jerman membuat realita Jerman tidak terpisahkan dari migran dan pengungsi. Respon Jerman dalam penerimaan pengungsi tahun 2015 menggambarkan identitas Jerman sebagai negara yang terbuka dan menerima.

Germany accepted more than a million refugees during the refugee crisis in 2015. In contrast to other European countries, Germany has been the most lenient and welcoming. Angela Merkel and Germany are showered with praises and honors due to their humanitarian gesture. As a result, critics and rejection also fill in Germany‟s domestic social political dimension. Many believe that the new comers are a threat to their security and will also alter their state identity. However, Germany‟s history is inseparable from migrants and refugees. Even though, Germany in the present day is tough on economic migrants. It shows that Germany is only welcoming and accepting to those who are genuine refugees in need of protection. Germany persists in accepting the biggest number of refugees coming to Europe despite criticism, discourse division, rejection and the increasing popularity of the far-right movement.

Kata Kunci : Germany, corporate identity, intersubjective identity, norm, internalization, refugee, history.

  1. S1-2017-344199-abstract.pdf  
  2. S1-2017-344199-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-344199-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-344199-title.pdf