Laporkan Masalah

PENGARUH PERBEDAAN UMUR SEMAI TERHADAP PRODUKSI TUNAS PADA MINICUTTING JATI (Tectona grandis Linn.f.)

FATIMAH ASIH N, Ir. Adriana, M.P.

2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Pembiakan vegetatif merupakan suatu teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan material bagian vegetatif tanaman yang dapat menghasilkan keturunan unggul sama dengan induknya, seragam dan waktunya lebih cepat. Salah satu pembiakan vegetatif yaitu dengan stek pucuk. Material stek pucuk jati dapat diperoleh dari kebun pangkas/mini cutting. Minicutting memiliki kelebihan dibandingkan dengan kebun pangkas yang langsung ditanam di tanah yaitu dalam hal regenerasi. Regenerasi minicutting lebih mudah yaitu dengan mengganti polybag dibandingkan dengan kebun pangkas ditanam di tanah harus membongkar dan menggali tanah terlebih dahulu. Semai yang muda maupun semai yang berumur tua belum tentu menjamin banyaknya tunas yang dihasilkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu kajian untuk mendapatkan umur yang optimal bagi semai mini cutting sehingga dapat menghasilkan jumlah produksi tunas yang banyak. Penelitian ini menggunakan rancangan RCBD (Randomized Complete Block Design) dengan faktor tunggal umur sebagai perlakuan. Perlakuan yang diujikan ada 3, yaitu semai umur 4 bulan, 6 bulan, dan 8 bulan dan setiap perlakuan diulang 20 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah tunas yang dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan umur stek jati terhadap jumlah tunas yang dihasilkan pada minicutting jati tidak berbeda nyata. Perlakuan terbaik adalah umur semai minicutting 8 bulan yaitu menghasilkan tunas terbanyak (79 pucuk) selama 4 bulan, sedangkan semai minicutting umur 4 bulan dan 8 bulan hasilnya sama (72 pucuk). Umur stek yang optimal dalam menghasilkan jumlah tunas pada minicutting jati yaitu stek umur 8 bulan.

Vegetative propagations is a technique of plants propagations using vegetative organs of plants that can produce high quality offspring that is similar to the original mother plant, homogenous, and more quickly. One of vegetative propagations is shoot cutting. The material for teak shoot cutting can be obtained from orchard or minicutting. Minicutting has more advantage in regeneration compared to orchard as it is planted on the ground. Minicutting regeneration by replacing the polybag is easier compared to orchard where the ground has to be dug first. Both young and old seedling do not guarantee the number of shoots produced. Hence, it is important to conduct a study to determine the best age for mini cutting seedling to increase the number of shoots production. This research employed Randomized Complete Block Design with single factor, age as the treatment. There were 3 treatments tested, seedling age 4 months, 6 months, and 8 months and each treatment was repeated 20 times. Variables observed in this research were the number of shoots, leaves and harvested shoots. The finding indicated that different age of teak cutting treatments did not show significantly different result. The most optimal age for minicutting seedling was 8 months which produced the most shoots (79 shoots) while mini cutting seedling age 4 months and 6 months produced the same number of shoots (72 shoots). Therefore the optimal cutting age to produce shoots on teak minicutting was 8 months.

Kata Kunci : Jati, umur semai, minicutting, produksi tunas

  1. D3-2017-368849-abstract.pdf  
  2. D3-2017-368849-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-368849-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-368849-title.pdf