Patogenisitas Fusan Bacilus thuringiensis F28 & F30 Biakan Campuran Air Kelapa dan Tepung Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta Cuvier, 1817) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Linnaeus, 1762.
RIFAATUL M, Dr. Siti Sumarmi
2017 | Skripsi | S1 BIOLOGIDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan ke manusia melalui vektor Ae. aegypti dan dapat menyebabkan kematian pada penderitanya. Berbagai pengendalian terhadap vektor Ae. aegypti telah dilakukan, yaitu secara kimiawi dan biologis. Bacillus thuringiensis (B.t.) telah digunakan sebagai agen pengendali secara biologis. Pengendalian menggunakan B.t. efektif dikarenakan sifat racun yang spesifik terhadap serangga target sehingga aman bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan masssa sel B.t. fusan F28 dan F30 yang biakan media campuran air kelapa dan tepung ikan kembung, mengetahui nilai patogenisitas B.t F28 dan F30 terhadap larva Ae. aegypti dan efek sub letal yang diakibatkan oleh B.t. pada larva Ae. aegypti. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu degan satu seri pengenceran fusan B.t. 107-1013 terhadap larva Ae. aegypti instar kedua dan instar ketiga dengan tiga kali pengulangan selama 72 jam. Analisis data dilakukan secara statistik dengan analisis probit pada mortalitas larva dan secara desktiptif pada efek sub letal. Hasil menunjukkan massa sel B.t. fusan F28 yaitu 4,57 x 106 dan pada F30 4,50 x 106. Nilai patogenisitas yang diperoleh dari analisis LC50 sangat tinggi yaitu 1016-1029 yang menunjukkan fusan F28 dan F30 tidak patogen terhadap larva Ae. aegypti. Mortalitas larva Ae. aegypti pada instar kedua lebih tinggi daripada instar ketiga. Efek sub letal menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan, abnormalitas morfologi pada Ae. aegypti dan pupa yang gagal menjadi imago.
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is the disease that caused by Dengue virus and spread to human through Ae. aegypti as a vector. There are many controls of Ae. aegypti such chemistry and biological approaches. Bacillus thuringiensis has been used as a biological control of Ae. aegypti. The B.t. was effectived because it has spesificity toxin againt Ae. aegypti larvae and nature-friendly. The purposes of the research were to study the cell mass growth of B.t. F28 and F30 in mixed medium of coconut water and mackarel powder, to find out the pathogenicity againts Ae. aegypti larvae and to observe the sublethal effects. The methods of pathogenicity test used was Complete Random Design (CRD) with three replications for each concentration 107-1013. The mortality of larvae was observed at 24 hours up to 72 hours after treatment and analyzed with probit analysis. The results showed the cell mass growth of F28 was 4,57 x 106 and F30 was 4,50 x 106 respectively. The number of LC50 was so high (1016-1029), these showed that the F28 and F30 were not phatogenic effect to those larvae. However the sublethal effects of the fusans observed show the abnormality on morphology of the insect developing, the larvae fail to growth to be a pupal stage and the pupa failed to emerge as imago stage.
Kata Kunci : Patogenisitas, Fusan, Bacillus thuringiensis, Aedes aegypti, efek sub letal / Pathogenicity, Fusan, Bacillus thuringiensis, Aedes aegypti, sublethal effect