PENGATURAN HASIL HUTAN RAKYAT DI DUSUN PILANGREJO, NGLIPAR, GUNUNGKIDUL
YUNITA DEWI SAFITRI, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.
2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SVHutan rakyat merupakan salah satu bentuk pengelolaan hutan berdasarkan statusnya. Hutan rakyat dikembangkan di lahan milik karena dapat bermanfaat secara ekologis, ekonomi, maupun sosial. Secara ekonomi hutan dapat menghasilkan kayu maupun komoditas lain yang meningkatkan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat. Sampai sekarang pengelolaan hutan rakyat masih bersifat mandiri. Inventarisasi hutan rakyat pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan potensi hutan rakyat supaya dapat menghitung jatah tebang tahunan untuk hutan rakyat yang lestari. Penelitian ini dilakukan di Dusun Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan inventarisasi pada hutan rakyat secara sampling. Sampel yang digunakan 15% secara random. Analisis data dilakukan dengan menghitung volume hasil inventarisasi untuk mengetahui potensi pada setiap lahan kemudian mengelompokkan setiap jenis untuk mengetahui komposisi jenis pada tiap lahan dan untuk perhitungan jatah tebang tahunan. Perhitungan jatah tebang tahunan menggunakan rumus Von Mantel. Dari hasil penelitian ini menunjukkan komposisi jenis di hutan rakyat Dusun Pilangrejo didominasi jenis jati baik pada lahan pekarangan, tegalan, maupun wono. Potensi hutan rakyat berdasarkan tipe lahannya yaitu pekarangan pekarangan 1.644,36 m3, tegalan 2.098,7 m3 dan wono 2.290,64 m3. Nilai jatah tebang tahunan pada jenis jati yaitu 95,85 m3/tahun, mahoni 93,71 m3/tahun, dan akasia 46,28 m3/tahun.
The community forest is one of forest management based on its status. The community forest is developed on private land as can be beneficial ecologically, economically, and socially. Economically forest can produce woods and other commodities which increase incomes and welfare of the community. But until now the management of community forests still be independent. The community forest inventory this research to determine the species composition and the potential of community forests, to calculate the annual allowable cut for sustainable community forest. This research was conducted in the hamlet Pilangrejo, Nglipar, Gunung Kidul. Data collected by interviews and an inventory of community forests by sampling. 15% by randomly. Data analysis was performed by calculating the volume of the inventory to determine the potential on each types land and classified each species to determine the species composition in each area and calculation of the annual allowable cut. Annual allowable cut calculated by using Von Mantel formula. The results of this research, showed that species composition in the community forest Pilangrejo hamlet dominated by jati in the yards, tegal, and wono. Potential of community forests by types land that is yards 1644.36 m3,, tegal 2098.7 m3 and wono 2290.64 m3.. The value annual allowable cutting on the species jati that is 95.85 m3/ year, mahogany 93.71 m3/ year, and acacia 46.28 m3/ year.
Kata Kunci : Komposisi jenis, potensi, jatah tebang tahunan