PENGARUH PELAPISAN PROTEKTIF ARANG TRADISIONAL DARI TIGA JENIS ARANG KAYU DENGAN VARIASI BORAKS TERHADAP SIFAT KETAHANAN API PADA KAYU SENGON
ALNICO P S S, Dr.Joko Sulistyo, S.Hut., M.Sc.;Tomy Listyanto, S.Hut, M.Env.Sc. Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANKayu sengon merupakan salah satu jenis kayu inferior yang perlu ditingkatkan sifat ketahanan akan api bila digunakan untuk konstruksi. Salah satu cara peningkatan ketahanan api pada bahan kayu adalah pelapisan dengan bahan penghambat api seperti arang dan boraks. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan dan mengolah arang tradisional yaitu arang asam, arang rambutan, dan arang melinjo sebagai bahan baku pembuatan lembaran Lapisan Penghambat Api (LPA), serta mengetahui pengaruh variasi jenis arang kayu dan penambahan boraks terhadap sifat ketahanan api. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (Completely Randomized Design) dengan 2 faktor perlakuan yaitu sumber arang tradisional (asam, rambutan, melinjo) dan variasi penambahan boraks (0%, 3%, dan 5% dari berat kering arang) dengan masing-masing perlakuan lima kali ulangan. Proses pembuatan lembaran LPA arang dilakukan dengan cara penambahan bahan perekat sebanyak 30% dan hardener sebanyak 10% dengan serbuk arang (ukuran lolos 10 mesh, tertahan 20 mesh) sebanyak 120 gram kemudian dicetak dengan sistem hidrolik panas pada suhu 140derajatC selama 5 menit. Lembaran LPA arang kemudian dilapiskan pada permukaan kayu sengon yang selanjutnya diuji pembakaran sesuai dengan ASTM E 69-02. Kayu sengon yang telah dilapisi lembaran LPA arang diuji sifat ketahanan api kayu yang meliputi persentase kehilangan berat dan lama waktu habis terbakar. Hasil penelitian menunjukkan kayu sengon dengan lembaran LPA arang asam dengan konsentrasi boraks 0%, 3%, dan 5% memiliki persentase kehilangan berat berturut-turut sebesar 64,6%, 61,5%, dan 60% dan waktu terbakar habis selama 807 detik, 830 detik, dan 898 detik. Kayu sengon dengan lembaran LPA arang rambutan dengan konsentrasi boraks 0%, 3%, dan 5% memiliki persentase kehilangan berat berturut-turut sebesar 68%, 66,6%, dan 66,4% dan waktu terbakar habis selama 785 detik, 804 detik, dan 834 detik. Kayu sengon dengan lembaran LPA arang melinjo dengan konsentrasi boraks 0%, 3%, dan 5% memiliki persentase kehilangan berat berturut-turut sebesar 70,6%, 67,3%, dan 65,7% dan waktu terbakar habis selama 763 detik, 791 detik, dan 822 detik. Lembaran LPA arang kualitas terbaik diperoleh dari kombinasi arang asam dan konsentrasi boraks 5%.
Sengon timber is an inferior wood material that needs a fire resistance improvement when it is used for construction. One of the applications of fire resistance improvement is by overlaying with fire resistance material such as charcoal and borax. The aims of this study are to utilize and process traditional made charcoal from tamarind, rambutan, and melinjo wood as material for Fire Retardant Sheet (FRS) and to find out the influence of wood charcoal and borax addition variations on the properties of FRS. The research was employed a Completely Randomized Design, using 2 factors, including wood species of traditional made charcoal (tamarind, rambutan, melinjo) and borax addition variations (0%, 3%, and 5% of the dry weight of charcoal). Each treatment had five repetitions. A charcoal FRS was prepared by mixing of 120 gram of charcoal with 30% phenol formaldehyde and 10% hardener and then was hot pressed at 140degreeC for 5 minutes. Charcoal FRS were overlaid on the surface of sengon timber. Then charcoal FRS overlaid sengon timbers were tested for combustion in accordance to ASTM E 69-02. The percentage of weight loss and burnout time were measured. The weight loss of charcoal FRS from tamarind wood with 0%, 3%, and 5% borax addition overlaid sengon timber after combustion test were 64.6%, 61.5%, and 60%, respectively with burnout times of 807, 830, and 898 seconds. The weight loss and burnout times of FRS charcoal from rambutan wood with additional of 0%, 3%, and 5% borax overlaid sengon timber were 68%, 66.6%, and 66.4% - 785, 804, and 834 seconds respectively. Meanwhile the weight loss and burnout times of FRS charcoal from melinjo wood with additional of 0%, 3%, and 5% borax overlaid sengon timber were 70.6%, 67.3%, and 65.7% - 763, 791, and 822 seconds, respectively. The excellent improvement of fire resistant on sengon timber was by overlaying with FRS charcoal from tamarind wood with additional 5% borax.
Kata Kunci : Arang Tradisional, Lapisan Penghambat Api, Sengon, Asam, Rambutan, Melinjo, Waktu Terbakar Habis, Persentase Kehilangan Berat;Traditional Made Charcoal, Fire Retardant Sheet, Sengon, Tamarind, Rambutan, Melinjo, Burnout Time, Weight Loss Percentage