Perumusan Baru Toll Fee pada Sistem Distribusi Daya: Studi Kasus Jaringan Integrasi Sistem Kelistrikan di PT. Pupuk Kalimantan Timur
MUHAMMAD FACHRIZAL, Ahmad Agus Setiawan, ST., M.Sc., Ph.D.; Dr.Eng. M. Kholid Ridwan, ST., M.Sc.
2017 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKAPT. Pupuk Kalimantan Timur, dalam menjalankan aktivitas distribusi listriknya, bekerjasama dengan PT. Kaltim Daya Mandiri mengenai tarif rugi-rugi sistem, wheeling daya (toll fee), dan transaksi daya yang diatur dalam perjanjian kontrak kerjasama listrik bilateral selama 15 tahun. Dalam perjanjian tersebut dikeluarkan laporan bulanan dimana terdapat perhitungan khusus untuk menentukan total kWh yang ditransaksikan yakni dengan terdapatnya algoritma perumusan. Terdapat beberapa hal pada algoritma perumusan existing yang perlu dievaluasi seperti; terdapatnya perhitungan rugi-rugi yang tidak mencakup keseluruhan sistem, kelebihan ekspor plant yang mengabaikan beban di luar tanggungan PT. PKT, dan transaksi daya yang menggunakan hasil dari perhitungan rugi-rugi yang tidak mencakup keseluruhan sistem. Dalam penelitian ini dilakukan perumusan algoritma baru untuk ketiga komponen (rugi-rugi sistem, toll fee, dan transaksi daya), kemudian memasukkan parameter dari data yang didapat pada Bulan Januari 2017 sehingga dapat dibandingkan antara perumusan existing dan baru. Setelah dilakukan analisis dan perbandingan, akan diketahui dampak dari perbedaan kedua model tersebut. Dengan melakukan perumusan baru pada data Bulan Januari 2017, akan didapatkan perbedaan dengan hasil pada perumusan existing untuk rugi-rugi sebesar 31.673,70 kWh (23,23%); untuk Toll Fee I sebesar -2.286.726,12 kWh (-15,46%); untuk Toll Fee II sebesar -413.178,45 kWh (-3,44%); dan untuk transaksi daya sebesar 276.029,94 kWh (3,26%).
PT. Pupuk Kalimantan Timur, in conducting its electricity distribution activities, in cooperation with PT. Kaltim Daya Mandiri on system losses, toll fee, and power transactions stipulated in bilateral electric cooperation contract agreement for 15 years. Under the agreement, a monthly report is issued wherein a special calculation is made to determine the total amount of kWh energy transacted by the modeling algorithm. There are three components in the existing modeling algorithm needed to be evaluated such as; the calculation of losses that do not cover the entire system, the excess of plant exports ignoring loads outside the responsibility of PT. PKT, and power transactions using the result of loss calculations which do not cover the entire system. In this research, new modeling algorithm was formulated to cover those three componenents (system losses, toll fee, and power transaction), then parameters from given data in January 2017 were becoming inputs resulted both existing and new modeling algorithm could be compared. After doing the analysis and comparation, the effect will be obtained from those two different model. By using new formulation on January 2017 data, there will be result differences compared to existing formulation for losses accounted for 31,673.70 kWh (23.23%); For Toll Fee I accounted for -2.286.726,12 kWh (-15.46%); For Toll Fee II accounted for -413,178.45 kWh (-3.44%); And for power transactions accounted for 276,029.94 kWh (3.26%).
Kata Kunci : algoritma perumusan, rugi-rugi, toll fee, transaksi daya, perbandingan perhitungan