STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN POSDAYA ONTOSENO, DUSUN PUTON, DESA TRIMULYO, KECAMATAN JETIS, KABUPATEN BANTUL
ERWINDA LUSIANA DEWI, Dr. S. Djuni Prihatin, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Kabupaten Bantul diimplementasikan pada 933 dusun untuk mereduksi tingginya angka kemiskinan pasca gempa bumi tahun 2006 silam. Pelaksanaan Posdaya sebagai instrumen pemberdayaan di Kabupaten Bantul masih belum optimal karena kelembagaan Posdaya yang kurang berkembang. Oleh sebab itu, belum mampu mereduksi tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Bantul. Salah satu Posdaya yang masih menjalankan kegiatannya hingga saat ini adalah Posdaya Ontoseno. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Posdaya Ontoseno dapat mengembangkan kelembagaannya sehingga dapat berkelanjutan menjalankan aktivitas kelembagaannya terkait pemberdayaan masyarakat. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana strategi pengembangan kelembagaan yang dilakukan oleh Posdaya Ontoseno. Penelitian ini menggunakan konsep pemberdayaan, konsep kelembagaan, serta konsep strategi untuk mengkerangkai hasil penelitian. Konsep pemberdayaan digunakan untuk melihat pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya Ontoseno. Konsep kelembagaan digunakan untuk mengidentifikasi serta menganalisis pengembangan kelembagaan yang dilakukan Posdaya Ontoseno. Konsep strategi digunakan untuk menganalisis serta mengevaluasi strategi yang digunakan terkait pengembangan kelembagaan yang dilakukan Posdaya Ontoseno. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dirasa dapat menjawab rumusan masalah dari penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive yang dilengkapi dengan teknik snowball. Jumlah keseluruhan informan yang diperoleh peneliti adalah 12 informan. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Posdaya Ontoseno melakukan strategi pengembangan kelembagaan yaitu bersinergi dengan lembaga lain, melakukan penyadaran kelembagaan, melakukan perencanaan, membentuk serta mengembangkan kelompok kegiatan, meningkatkan kapasitas pengurus dan masyarakat, membangun solidaritas dan kepercayaan, memperluas jejaring kemitraan, dan melakukan monitoring serta evaluasi kegiatan. Pelaksanaan strategi tersebut juga mengalami kendala. Kendala internal maupun eksternal yang dapat menghambat pengembangan kelembagaan Posdaya Ontoseno yaitu masalah pendanaan, partisipasi masyarakat yang masih kurang, kurangnya dukungan pemerintah desa setempat, serta kurangnya sinergi antar SKPD Kabupaten Bantul. Pelaksanaan pengembangan kelembagaan tersebut juga berdampak positif bagi Posdaya Ontoseno serta masyarakat.
Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) in Bantul Regency is implemented in 933 dusun to reduce the high rate of poverty after the earthquake happened in 2006. The implementation of Posdaya as an instrument of empowerment in Bantul has not been optimal yet, because the Posdaya Institutional is still less developed. Therefore, it has not been able to reduce the high rate of poverty in Bantul. One of the Posdaya which is still carrying out their activities until now is Posdaya Ontoseno. It means that Posdaya Ontoseno can make their institutional sustainable until now. Therefore, researcher wants to know how the institutional development strategy is conducted by Posdaya Ontoseno. This study used empowerment, institutional, and strategy concept to frame the study. Empowerment concept is used to see the implementation of empowerment through Posdaya Ontoseno. Institutional concept is used to identify and analyze the institutional development conducted by Posdaya Ontoseno. Strategy concept is used to analyze and evaluate the strategy related to institutional development conducted by Posdaya Ontoseno. This study used qualitative research method with descriptive qualitative research type which is considered to answer the formulation of the problem of this study. The techniques of data collection used in this study are interview, observation, and documentation. The determination of informants used in this study is purposive technique equipped by snowball technique. The total number of informants obtained by researcher is 12 informants. The research was carried out for 5 months. The result of this study shows Posdaya Ontoseno conducts institutional development strategy by synergizing with other institution, increasing institutional awareness, making planning, forming and developing group activities, improving capacity of management and inhabitants, building solidarity and trust, expanding partnership networks, and monitoring also evaluating activities. The strategy implementation also has constraints. Internal and external constraint that could interfere institutional development of Posdaya Ontoseno are funding issues, lack of inhabitants participation, lack of local government support, and lack of sinergy between SKPD in Bantul Regency. The implementation of the institutional development also has positive impact for Posdaya Ontoseno and the inhabitant themselves.
Kata Kunci : Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, Pengembangan Kelembagaan, Posdaya