Laporkan Masalah

Daya Saing Komoditas dan Olahan Kakao Indonesia di Pasar Internasional

RIBKA GUPITA HAPSARI, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia yang diperdagangkan dalam bentuk bahan baku maupun produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui daya saing ekspor biji kakao dan produk kakao olahan Indonesia dengan negara ASEAN, (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi daya saing ekspor biji kakao dan produk kakao olahan Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahun 1992-2015. Daya saing biji kakao dan produk kakao olahan Indonesia dengan negara ASEAN dianalisis dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Normalized Revealed Comparative Advantage Index (NI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) dan Acceleration Ratio (AR), sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi daya saing biji kakao dan produk kakao olahan Indonesia dianalisis dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing biji kakao dan produk kakao olahan Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan cenderung sebagai eksportir. Namun, Indonesia belum mampu merebut pasar dunia untuk biji kakao. Komoditas kakao yang paling potensial untuk dikembangkan adalah lemak kakao karena memiliki daya saing, mampu merebut pasar dunia, memiliki harga lebih tinggi dan bahan baku yang tidak harus terfermentasi. Faktor yang berpengaruh terhadap daya saing biji kakao Indonesia adalah kebijakan Indonesia bergabung ke ICCO. Faktor yang berpengaruh terhadap daya saing pasta kakao Indonesia adalah nilai tukar Dollar terhadap Rupiah dan kebijakan pengenaan bea ekspor biji kakao Indonesia. Daya saing lemak kakao Indonesia dipengaruhi oleh inflasi dalam negeri, PDB riil Malaysia, kebijakan pengenaan bea ekspor biji kakao Indonesia dan kebijakan Indonesia bergabung ke ICCO sedangkan daya saing bubuk kakao Indonesia dipengaruhi oleh nilai tukar Dollar terhadap Rupiah.

Cocoa is known as one of the superior export commodities in Indonesia either as raw or processed product. This research was conducted to (1) discover Indonesian exports competitiveness on cocoa beans and processed product of cocoa among ASEAN countries, (2) discover factors that affecting Indonesian exports competitiveness on cocoa beans and processed product of cocoa. This study uses secondary data from 1992-2015. Analysis of Indonesian competitiveness on cocoa beans and processed product of cocoa among ASEAN countries is using Revealed Comparative Advantage (RCA), Normalized Revealed Comparative Advantage Index (NI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), and Acceleration Ratio (AR). Meanwhile, analysis of factors that affecting Indonesian competitiveness is using multiple linear regression. The result shows that Indonesian competitiveness on cocoa beans and processed product of cocoa has comparative advantage, and tends to export it to international market. But, Indonesian cocoa beans still unable to dominate international market. Potential product to be developed is cocoa butter because it has competitiveness, ability to takeover international market, higher price, and product advantage that isn't necessary processed from fermented cocoa beans. Significant factor affecting competitiveness of Indonesian cocoa beans is Indonesian policy to join ICCO. Significant factors affecting competitiveness of Indonesian cocoa paste are exchange rate of US Dollar to Indonesian Rupiahs and Indonesian policy of cocoa beans export customs. Competitiveness of Indonesian cocoa butter affected by domestic inflation rate, Malaysian real GDP, Indonesian policy of cocoa butter export customs, and Indonesian policy on joining ICCO. Competitiveness of Indonesian cocoa powder affected by exchange rate of US Dollar to Indonesian Rupiahs.

Kata Kunci : biji kakao, daya saing, keunggulan komparatif, produk olahan / cocoa beans, comparative advantage, competitiveness, processed product

  1. S1-2017-349995-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349995-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349995-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349995-title.pdf