Hubungan Lingkar Lengan Atas Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah Wates Yogyakarta tahun 2015
WAHYU NINGSIH, Heni Puji Wahyuningsih, M.Keb.;Nining Wiyati, A.PP.,S.Pd.,M.Kes.
2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SVBayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya Lingkar Lengan Atas (LLA) ibu hamil, usia ibu dan paritas. BBLR terjadi karena adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada janin. Prevalensi kejadian BBLR di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2015 adalah 7,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar lengan atas ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Wates tahun 2015. Metode penelitian menggunakan desain case control retrospektif. Telah didapatkan 95 sampel kasus dan 95 sampel kontrol yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari rekam medis menggunakan lembar pengumpulan data. Analisis data menggunakan analisis bivariat yaitu uji chi-square untuk mengetahui hubungan lingkar lengan atas ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan tingkat kepercayaan alfa 0,05 dan interval konfidensi 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara lingkar lengan atas ibu hamil dengan kejadian BBLR dibuktikan dengan p-value 0,000. Berdasarkan perhitungan rasio odds didapatkan OR 5,926. Hal ini berarti ibu dengan LLA <23,5 cm mempunyai resiko hampir 6 kali lebih besar untuk melahirkan BBLR dibandingkan ibu hamil dengan LLA �23,5 cm.
Low birth weight baby was a newborn baby who has less than 2500 grams weight. Low birth weight baby caused by many factors like mid upper arm circumverence of pregnant woman, woman age, and parity. Low birth weight baby occured because of obstruction of fetal growth and devellopment. Prevalence of low birth weight baby in Kulon Progo Regency in 2015 was 7,1%. The research intended to know about the correlation of mid upper arm circumverence and the occurence of low birth weight baby at regional public hospital of Wates in 2015. The research�s method was using case control retrospective design. There was 95 of case sample and 95 of control sampel which is obtained by simple random sampling technic. The data obtained from medical records which is using data collection sheets. Data analysis used bivariat analysis that is chi-square test to know about correlation of mid upper arm circumverence and the occurence of low birth weight baby with a trust level alpha 0,05 and confidention interval 95%. The research result started that there was correlation of mid upper arm circumverence and the occurence of low birth weight baby which is proved by p-value 0,000. Based on odds ratio circulation obtained OR 5,926. It meant that a pregnant woman who has mid upper arm circumverence <23,5 had almost 6 times higher risk to give birth of low birth weight baby than a pregnant woman who has mid upper arm circumverence �23,5 cm.
Kata Kunci : BBLR, LLA, usia, paritas