Laporkan Masalah

PEMBUATAN PETA SITUASI PERSAWAHAN SKALA 1:500 DUSUN DEGAN I, DESA BANJARARUM KECAMATAN KALIBAWANG, KABUPATEN KULONPROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DERIN ALDANEVA MAS, Ir. Untung Rahardjo, MT.

2017 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA SV

Pengembangan potensi di berbagai bidang seperti pembangunan, sumber daya, dan pariwisata kian dioptimalkan mengingat kemajuan zaman yang pesat dan tuntutan persaingan yang ketat. Pengembangan ini tentu tidak akan terjadi tanpa adanya upaya apapun karena pada dasarnya dalam pengembangan diperlukan perencanaan yang baik, pelaksanaan yang sesuai dengan rencana, pengawasan, dan monitoring pada setiap bidang yang akan dikembangkan. Peta skala besar merupakan salah satu objek yang dilibatkan dalam rangkaian upaya pengembangan ini sehingga menyebabkan kebutuhan peta skala besar semakin meningkat. Dalam ilmu geodesi, peta skala besar dapat diperoleh dari berbagai metode pemetaan, salah satunya adalah pengukuran terestris, yaitu pengukuran yang dilakukan secara langsung di lapangan dengan peralatan tertentu. Seiring perkembangan zaman, peralatan pengukuran yang digunakan tidak lagi konvensional, melainkan elektronis yang menuntut kualitas mumpuni dari sumber daya manusia sebagai pengguna teknologi ini. Lulusan program studi Teknik Geomatika Universitas Gadjah Mada diharapkan dapat menjadi solusi dalam hal penerapan teknologi geomatika tersebut serta mampu memberikan kontribusi maksimal dalam bidangnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan dunia global. Praktek Kerja Lapangan yang telah dilaksanakan berlokasi di Dusun Degan, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu ke-geomatika-an dengan metode terestris. Pengukuran terestris tersebut memperoleh hasil berupa peta situasi baik manuskrip maupun digital dengan skala 1:500 yang menyajikan informasi spasial dan toponimi. Informasi spasial yang disajikan berupa data planimetris (koordinat X, Y) dan data ketinggian (data Z) yang objeknya dapat dibedakan sesuai dengan simbol yang digunakan, sedangkan toponimi berupa nama objek penting, seperti nama jalan utama.

Potential development in the field such as establishment, resources and tourism is getting optimized regarding to the rapid era progress and the demands of intense competition. This development is certainly will not happen without some effort since development is required with best planning, implementation in accordance with the plan, supervision, and monitoring every aspects intended to be developed. The large-scale maps is one of the objects involved in this series of development efforts that causes the highly need of large-scale maps. In geodesy, large-scale map can be obtained from a variety of mapping methods, one of those is terrestrial measurements; measurements that directly done in the field with specific equipment. As the time progressed, the measurement equipment used is no longer conventional, but electronics that demanded qualified quality from human resources as the users of this technology. The graduates of Gadjah Mada University, majoring in Geomatics is expected to be a solution in terms of application of such geomatical technology and will be able to give maximum contribution in the field for the benefit and welfare of Indonesian and the global world. Field Observation that has been done located in Degan village sub part of Banjararum Village, Kalibawang District, Kulon Progo Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta is the application of geometics with terestris method. The terrestrial measurements resulted in a map of both manuscript and digital with 1: 500 scale presented spatial information and toponimi. Spatial information is presented in the form of planimetric data (X, Y coordinates) and elevation data (data Z) whose the objects can be distinguished according to the symbol used, while toponimi is an important object name, such as the name of the main road.

Kata Kunci : pengembangan potensi, kebutuhan peta skala besar, pemetaan terestris, peta situasi, planimetris, ketinggian, toponimi.

  1. D3-2017-361364-abstract.pdf  
  2. D3-2017-361364-bibliography.pdf  
  3. D3-2017-361364-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2017-361364-title.pdf