Laporkan Masalah

PERAN BAHAN ORGANIK PEMBENAH TANAH TERHADAP SIFAT TANAH TAILING TIMAH DAN PERTUMBUHAN AWAL KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma)

ABEL HENDRYAN, Prof Dr. Ir. Cahyono Agus DK, M.Agr.Sc;Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Aktivitas penambangan timah menjadi salah satu penyebab deforestasi hutan di Indonesia dan juga menurunnya kualitas tanah pada lahan bekas pertambangan timah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tanah tailing timah sehingga tersedia untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian dilakukan di rumah kaca berupa pemberian bahan organik pembenah tanah berupa kompos dan pupuk SROP pada media tanah tailng timah serta penanaman Kemiri Sunan (Reutealis trisperma) selama 12 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian kompos dosis 5%, kompos dosis 10%, pupuk SROP dosis 5%, pupuk SROP dosis 10%, dan tanpa pemberian kompos maupun pupuk SROP sebagai kontrol. Parameter yang diamati berupa (a) karakteristik tanah tailing timah, (b) perubahan karakteristik tanah tailing timah setelah diberi perlakuan , dan (c) pertumbuhan Kemiri Sunan pada media tanah tailing timah yang telah diberi perlakuan. Hasil dari penelitian adalah ditemukannya beberapa sifat tanah yang kurang untuk pertumbuhan tanaman yaitu tekstur yang didominasi pasir 70-90%, pH asam (5,34), KPK yang sangat rendah (3,61 me/100g), P tersedia yang sangat rendah , K tersedia yang sangat rendah, unsur hara Ca dan Mg yang rendah, toksisitas Zn, Cu, B, dan Cd. Selanjutnya juga ditemukan rendahnya toksisitas Al, Fe, Mn, Mo, Pb, dan As. Perlakuan yang diberikan mampu meningkatkan kualitas tanah tailing timah berupa perbaikan terhadap pH, KPK, P-tsd, K-tsd, Ca-tot. Perlakuan pemberian kompos dan pupuk SROP mampu meningkatkan pertumbuhan Kemiri Sunan (tinggi, diameter, dan berat kering) dengan perlakuan paling baik adalah kompos dosis 5%.

Tin mining activity become one of deforestation cause in Indonesia and also low quality of soil in the land of ex-tin mining. This study aims to improve the quality of tin tailing soil to become available for plant growth. This study conducted in a green house with addition of compost and synthetic humus to tin tailing soil and growing Reutealis trisperma in tin tailing soil media with the treatments on 12 weeks. The treatments are addition of compost with 5% dosage, compost with 10% dosage, synthetic humus with 5% dosage, synthetic humus with 10% dosage, and without addition as a control. Parameters that observed are (a) tin tailing soil characteristics, (b) changes of tin tailing soil after the treatments, and (c) growth of Reutealis trisperma. The results are low quality of tin tailing soil (70-90% sand fraction, low pH, low CEC, low macronutriens availability of N P K and total Ca Mg). Toxicity of Zn, Cu, B, Cd but not with Al, Fe, Mn, Mo, Pb, As. The treatments improve tin tailing soil quality which are improvement of pH, CEC, available P, available K, and total of Ca. The treatments improve growth rate of Reutealis trisperma (height, diameter, and dry weight) with the best treatment is compost 5% dosage.

Kata Kunci : Tailing timah, pemberian kompos, pemberian pupuk SROP, Pertumbuhan Kemiri Sunan;Tin tailing soil, compost, synthetic humus, Reutealis trisperma