Laporkan Masalah

KONTRIBUSI PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PISANG DI DESA TALAGA KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR

NOVI ISWAHYUNI, Dr. Jamhari, S.P., M.P dan Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D

2017 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kontribusi usahatani pisang terhadap pendapatan total rumah tangga petani dan kelayakan usahatani pisang di Desa Talaga Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer dengan mewawancarai 30 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis usahatani, proporsi kontribusi pendapatan, analisis kelayakan dengan dua pendekatan yaitu finansial (profit) dan pendapatan (income) menggunakan R/C ratio, Break Even Point (BEP) dan Produktivitas Tenaga Kerja (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani pisang di Desa Talaga Kabupaten Cianjur berasal dari pendapatan usahatani pisang dan non-pisang, serta pendapatan non-pertanian. Pendapatan usahatani pisang yang diperoleh sebesar Rp7.780.411 per tahun (24,62%) sehingga tergolong rendah, pendapatan usahatani non pisang Rp5.742.500 per tahun (18,91%), dan pendapatan non-pertanian sebesar Rp16.842.333 (55,47%). Kelayakan usahatani pisang, pada pendekatan finansial (profit) usahatani pisang dinyatakan tidak layak diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 0,86 , BEP produksi sebesar 7.858,02 kg/tahun, BEP penerimaan sebesar Rp16.453.242,73 per tahun, nilai BEP harga sebesar Rp2.897,42/kg. Sedangkan pada pendekatan pendapatan (income) usahatani pisang dinyatakan layak diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 2,66 , BEP produksi sebesar 434,40 kg/tahun, BEP penerimaan sebesar Rp961.740 per tahun, nilai BEP harga sebesar Rp1.001,84/kg, dan nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp109.129,72/HKO.

This study aims to determine the income and contribution of banana farming to household total income and the feasibility of banana farming in Talaga village, Cugenang sub-district, Cianjur regency. The location of this study determined purposive. The data used in this study are secondary and primary data by interviewing 30 respondents. The analysis method used is farming analysis method, revenue contribution proportion method, feasibility analysis with two approaches: financial (profit) and income using R / C ratio, Break Even Point (BEP) and Labor Productivity (PTK).. Results of study showed that the income of banana farmers in Talaga came from the income of banana and non-banana farming, and non-agricultural income. The income of banana farming was Rp7,780,411 per year (24,62%) is low, non-banana farming income Rp5,742,500 per year (18,91%), and non-farm income was Rp16,842,333 (55,47 %). Result of study showed that the financial approach (profit) of banana farming is not feasible to be cultivated with R / C ratio of 0,86 , BEP production of 7.858.02 kg / year, BEP receipt of Rp16.453.242,73 per year, BEP Price of Rp2,897.42 / kg. While the income approach of banana farming is declared feasible cultivated with the R / C ratio of 2,66 , BEP production of 434,40 kg / year, BEP revenue of Rp961,740 per year, BEP price of Rp1.001,84 / kg, and labor productivity value of Rp 109,129,72 / HKO.

Kata Kunci : pisang, kontribusi pendapatan, kelayakan usahatani, R/C, BEP

  1. S1-2017-345886-abstract.pdf  
  2. S1-2017-345886-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-345886-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-345886-title.pdf