Food Coping Strategy Keluarga Tani dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Kulon Progo
CENDYA YULIA AVIZENA, Dr. Ir. Roso Witjaksono, M.S.;Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D.; Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D
2017 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat food coping strategy keluarga tani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Kulon Progo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Pengambilan sampel kecamatan dan 4 kelompok wanita tani dilakukan secara purposif, yaitu diperoleh Kecamatan Sentolo dan Kelompok Wanita Tani Ngudi Rejeki, Mawar, Sekar Arum dan Bunda Mandiri. Dari masing-masing sampel kelompok wanita tani diambil 15 anggota secara acak sederhasna sehingga diperoleh sejumlah 60 sampel wanita tani sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah uji proporsi dan analisis regresi linier berganda dengan metode Backward. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata keluarga tani di Kabupaten Kulon Progo tergolong jarang melakukan food coping strategy dalam mewujudkan ketahanan pangan. Pendidikan wanita tani, pengalaman wanita tani menjadi ibu rumah tangga, pengetahuan wanita tani tentang gizi dan pangan serta peran penyuluh berpengaruh negatif terhadap tingkat food coping strategy, sedangkan dukungan sosial berpengaruh positif terhadap food coping strategy. Umur wanita tani, jumlah anggota rumah tangga, pendapatan rumah tangga, sikap terhadap pelaksanaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), peran kelompok wanita tani dan peran pamong desa tidak berpengaruh nyata terhadap food coping strategy.
This research aimed to determine the level of food coping strategy of farmer households and its factors that affected to achieve food security in Kulon Progo Regency. Analytical descriptive method was used as basic method. The sampling of sub-district and woman farmer groups were selected purposively, that are Sentolo District and Woman Farmer Group Ngudi Rejeki, Mawar, Sekar Arum and Bunda Mandiri. From each samples of woman farmer groups, 15 members were selected by simple random sampling so obtained 60 samples as woman farmer respondents. The analytic method that used in this research was proportion test and multiple linear regression analysis with Bacward method. The result showed that the average of farmer households in Kulon Progo Regency is rarely doing food coping strategy. Food coping strategy of farmer households was positively influenced by the social support and negatively influenced by the education of woman farmer, experience of mother household, knowledge of food and nutrient and the role of extension worker. The factors that not influence are woman ages, the number of household member, household income, attitude toward KRPL program implementation, the role of woman farmer group and role of rural officer.
Kata Kunci : food coping strategy, ketahanan pangan, KRPL