PEMBUATAN PETA SITUASI SKALA 1:500 SEBAGIAN DAERAH PERSAWAHAN DI DUSUN DEGAN II, DESA BANJARARUM, KECAMATAN KALIBAWANG, KABUPATEN KULON PROGO, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PACHIRA EIZZA P, Dedi Atunggal SP, S.T., M.Sc.
2017 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA SVKebijakan satu peta (one map policy) merupakan suatu kebijakan ekonomi pemerintah yang mengatur penyelenggaraan pemetaan dengan prinsip satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data dan satu geoportal. Jenis peta yang diperlukan adalah peta skala besar dan salah satu jenis peta skala besar adalah peta situasi. Pembuatan peta situasi ini dilaksanakan dengan metode terestris menggunakan alat Total Station dan Penyipat Datar. Pekerjaan pengukuran dan pemetaan meliputi peninjauan lapangan dan perencanaan titik kontrol, pengukuran Kerangka Kontrol Horizontal dengan metode poligon tertutup, pengukuran Kerangka Kontrol Vertikal dengan metode sipat datar berantai, pengukuran detil situasi dengan prinsip trigonometrik, serta penggambaran peta manuskrip secara manual dan penggambaran peta digital dengan bantuan perangkat lunak Surpac dan ArcMap. Berdasarkan perhitungan KKH dan KKV didapatkan kesalahan penutup sudut sebesar 18.75 detik, kesalahan penutup linier sebesar 1 : 13,607 dan kesalahan penutup beda tinggi sebesar 4 mm. jumlah titik detil yang terekam adalah sebanyak 2,061 titik dan hasil uji peta manuskrip baik uji planimetris (94.595%) maupun uji tinggi (90%) memenuhi toleransi. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah peta situasi skala 1:500 sebagian daerah persawahan di Dusun Degan II, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
One map policy is a government economic policy that regulate the implementation of mapping with one geospatial reference, one standard, one database and one geoportal principles. The type of map required is large-scale map and one type of the large-scale map is situation map. This situation mapping was carried out by terrestrial method using Total Station and Waterpass. Surveying and mapping works consist of field orientation and control points establishment, the horizontal control framework measurement by traverse polygon method, the vertical control framework measurement by differential leveling method, situation detail measurement by trigonometric principle, also the manual manuscript map drawing and digital map drawing with Surpac and ArcMap software. Based on the calculation of horizontal and vertical control frameworks, the obtained angular mislcosure is 18.75 second, the linear misclosure is 1: 13,607 and the elevation difference misclosure is 4 mm. The total points of detail recorded is 2,061 points and the manuscript map testing either planimetric testing (94.595%) or height testing (90%) match the tolerance. The final results of this mapping works are situation map in scale of 1:500 in part area of rice field at Degan II Hamlet, Banjararum Village, Kalibawang Sub-District, Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta Province.
Kata Kunci : Peta situasi, pengukuran, pemetaan