Laporkan Masalah

Pola perubahan hubungan Islam dan Negara :: Suatu kajian tentang "slam Politik" di Indonesia 1990-1999

NASIWAN, Dr.Purwo Santoso,MA

2001 | Tesis | S2 Ilm Politik

Kajian dalam tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola hubungan antara Islam dan negara pada kelahiran “Islam politik” di Indonesia, khususnya pada rentang waktu 1990-1999. Kajian ini didasarkan pada asumsi bahwa pola hubungan antara Islam dan negara yang bersifat akomodatif akan membawa implikasi kemungkinan dipilibnya model perjuangan di dalam Komunitas ummat Islam melalui pendekatan struktural termasuk di dalamnya ialah dipilihnya model perjuangan melalui “Islam politik”. Dengan kata lain, inti kajian dalam tulisan ini adalah ingin mempelajari proses kelahiran kembali “Islam politik” yang direpresentasikan melalui partai-partai politik Islam (PPP, PBB, PK) di Indonesia, yang merupakan bagaian dari dinamika hubungan antara Islam dan n e w . Pendekatan dalam penelitian ini merujuk pada pendekatan stsukturalis dengan pilihan motode berada diantara metode kesimbangan dan kontradisksi, sebagaimana dikenalkan oleh David A.Epter. Penelitian ini mengikuti metode analisis halitatif. Sedangkan tehnik pengumpulan datanya menggunakan metode kajian kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian dinalisa secara kritis-analisitis untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang persoalan yan dikaji dalam penelitian ini. Dari kajian yang telah dilakukan, penelitian ini menemukan pemahaman sebagai berikut; pertama, eksistensi “Islam politik” yang direpresentasikan melalui partai-partai politik Islam, memiliki dukungan yang h a t dari sisi doktrin Islam yang bersumber dari prinsip ‘‘ A1 Islam ad diin wa dawlah ma’ahu” serta memiliki dukungan emperis dari sebagaian komunitas ummat Islam, dengan adanya fakta bahwa partai-partai Islam atau berbasis massa Islam (PPP, PBB, PK) berhasil meraih dukungan signifikan dari rakyat Indonesia, sekalipun telah berlangsung proses deislamissi -sekularisasi selama pemerintahan Orde Baru. Kedua, kelahiran kembali “Islam politik” yang berarti juga hidupnya kembali struktur religio politik, pada Pemilu 7 Juni 1999 dan keterlibatannya dalam proses-proses politik kenegaraan di Indonesia pada pasca Pemilu telah membawa implikasi pada perubahan konfigurasi politik di Indonesia yang pada gilirannya juga membawa pada perubahan struktur politik di Indonesia. Dengan kondisi ini, stuktur politik yang sudah dibangun oleh Orde Baru selama tiga dasa warsa sejak tahun 1970-an sampai 1990-an , melalui kebijakannya depolitissi Islam serta deislamisasi partai politik, sekularisasi politik, mengalami perubahan penting. Ketiga, Pola hubungan yang bersifat akomodatif antara Islam dan negara yang terjadi dalam rentailg waktu 1990-1999, pada masa Pemerintahan Orde Baru dan pada masa Pemerintahan Presiden Habibie, ternyata telah memberikan peluang untuk kelahiran kembali “Islam politik” di Indonesia yang dapat dilihat perwujudannya melalui kelahiran kembali partai-partai politik Islam

Available in Fulltext

Kata Kunci : Politik Islam,Indonesia,Islam Politik,Indonesia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.