Laporkan Masalah

STRATEGI ADVOKASI KOMUNITAS PEOPLE LIKE US-SATU HATI DALAM ADVOKASI HAK LGBT DI YOGYAKARTA

MONICA ARLISA KUSUMA TIARA, Dr. Ambar Widaningrum, M.A

2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) merupakan fenomena yang sering dipahami oleh masyarakat di Indonesia sebagai gaya hidup yang menyimpang dan tidak lazim terjadi di masyarakat. Ketidakpahaman masyarakat akan LGBT membawa pemikiran yang salah dan cenderung melakukan diskriminasi terhadap LGBT. Diskriminasi yang dilakukan sangat beragam hingga kriminalisasi yang dilakukan oleh oknum tertentu. Terdapat pula peraturan pemerintah yang cenderung mendiskriminasi LGBT. Diskriminasi tersebut telah merenggut hak-hak yang dimiliki oleh LGBT sebagai Warga Negara Indonesia. Isu diskriminasi ini yang ditangkap oleh Komunitas People Like Us-Satu Hati Yogyakarta khususnya yang ada di Yogyakarta. Bersama dengan komunitas jaringan, Komunitas People Like Us-Satu Hati Yogyakarta mengadvokasi isu diskriminasi seperti kasus kekerasan terhadap LGBT dan kebijakan Perda No. 1 Tahun 2014 yang mendiskriminasi LGBT. Dengan advokasi yang dilakukan oleh Komunitas People Like Us-Satu Hati Yogyakarta, simpati dan solidaritas terhadap LGBT di Yogyakarta semakin meningkat dan Perda No. 1 Tahun 2014 menjadi kebijakan yang sedang dikaji ulang oleh pemerintah. Advokasi yang dilakukan tidak terlepas dari strategi untuk mencapai tujuan advokasi sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi advokasi yang dilakukan oleh Komunitas People Like Us-Satu Hati Yogyakarta dalam mengadvokasi kedua kasus tersebut dengan isu yang sama yakni diskriminasi. Strategi advokasi yang digunakan oleh Komunitas People Like Us-Satu Hati Yogyakarta adalah strategi advokasi persuasi, negosiasi dan litigasi. Melalui advokasi tersebut, Komunitas People Like Us-Satu Hati Yogyakarta berusaha untuk mencapai tujuan umumnya yakni memperjuangkan hak-hak LGBT di Yogyakarta.

The phenomenon of LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) is a phenomenon that is often understood by the citizens in Indonesia as a deviant and unusual lifestyle in society. The missunderstanding of citizens towards LGBT brings false mindset and tends to discriminate LGBT. The discrimination were very diverse to the criminalization commited such violences by certain individual. There are also government regulations that tend to discriminate againts LGBT in Indonesia. Such discrimination has taken LGBT's right as citizens of Indonesia. That discrimination issue was captured by People Like Us-Satu Hati Yogyakarta Community especially in Yogyakarta. People Like Us-Satu Hati Yogyakarta Community together with the network communities were advocated the issues of discrimination such as the discrimination cases and the policies of Perda No. 1 Tahun 2014 that tend to discriminate againts LGBT. With the advocacy of People Like Us-Satu Hati Yogyakarta Community, sympathies and solidarities to LGBT in Yogyakarta had increased and Perda No. 1 Tahun 2014 became a regulation that should be reviewed by government. The advocacy of People Like Us-Satu Hati Yogyakarta Community cannot be separated from the strategies to reach the goal of the advocacy itself. This study aims to find out the advocacy strategies of People Like Us-Satu Hati Yogyakarta Community to advocate both cases under the same issue, which is discrimination. The advocacy strategies which used by People Like Us-Satu Hati Yogyakarta Community are persuasion, negotiaton and litigation. Through this advocacy, People Like Us-Satu Hati Yogyakarta Community tries to achieve their common goal which is defending LGBT's rights in Yogyakarta.

Kata Kunci : LGBT, diskriminasi, hak-hak, advokasi, strategi advokasi.

  1. S1-2017-348031-abstract.pdf  
  2. S1-2017-348031-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-348031-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-348031-title.pdf