Laporkan Masalah

KELAYAKAN DAN EFISIENSI USAHATANI DI KABUPATEN BOGOR

ALYSA NUR SHABRINA, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS.; Ir. Any Suryantini, MM., Ph.D

2017 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, efisiensi, dan korelasi antara efisiensi dan kelayakan pada usahatani anggrek tanah di Desa Rawakalong, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Kelayakan usahatani diukur menggunakan R/C ratio, phi/C ratio, dan produktivitas tenaga kerja. Efisiensi usahatani diukur menggunakan DEA-Solver dengan asumsi Variable Return to Scale pada orientasi input dan output. Korelasi antara efisiensi dan kelayakan usahatani diukur menggunakan korelasi Rank Spearman. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa usahatani anggrek tanah di Desa Rawakalong dikategorikan layak pada kriteria R/C ratio apabila produksi bunga potong dan bibit serta bunga potong saja, tidak layak pada kriteria phi/C ratio, dan layak pada kriteria produktivitas tenaga kerja dengan produksi bunga potong dan bibit maupun bunga potong saja. Sebanyak 13,64% DMU telah efisien, sedangkan 86,36% lainnya belum efisien. Tidak terdapat korelasi antara efisiensi orientasi input dengan kelayakan usahatani, tetapi terdapat korelasi tingkat sedang dan signifikan antara efisiensi orientasi output dengan kelayakan usahatani.

This study aims to determine the feasibility, efficiency, and correlation between the efficiency and feasibility of terrestrial orchid farming in Rawakalong Village, Gunungsindur District, Bogor Regency. The feasibility was measured with R/C ratio, phi/C ratio, and labor productivity. The efficiency of farming was measured using DEA-Solver with the assumption of Variable Return to Scale on input and output orientation. The correlation between farm efficiency and feasibility was measured with Rank Spearman Correlation. Based on the research, it is known that terrestrial orchid farming in Rawakalong Village is categorized as feasible on R/C ratio criteria for cut flower and plants production and cut flower production alone, infeasible on phi/C ratio criteria, and feasible on labor productivity criteria. A total of 13.64% DMU is efficient, while 86.36% others is inefficient. There is no correlation between the efficiency of input use with the feasibility of farming, but there is medium and significant correlation level between the efficiency of output and the feasibility of farming.

Kata Kunci : anggrek tanah, kelayakan, efisiensi, DEA

  1. S1-2017-349994-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349994-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349994-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349994-title.pdf