Laporkan Masalah

HUBUNGAN RTRW KOTA YOGYAKARTA (TAHUN 2010-2029), RPJMD KOTA YOGYAKARTA (TAHUN 2012-2016), DAN APBD KOTA YOGYAKARTA (TAHUN ANGGARAN 2012-2016) DENGAN MELIHAT INDIKASI PROGRAM UTAMA ARAHAN PEMANFAATAN RUANG, PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN, DAN PROGRAM SEKTORAL BESERTA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PUTRA PERSADA, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Tingginya potensi ketidaksesuaian antara rencana tata ruang dan rencana pembangunan disebabkan oleh sifat dari masing-masing perencanaan tersebut. Sedangkan dalam pembangunan daerah konsistensi perencanaan hingga ke penganggaran sangat diperlukan. Harapannya dengan adanya konsistensi tersebut dapat mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana hubungan RTRW (Tahun 2010-2029), RPJMD (Tahun 2012-2016), dan APBD (Tahun Anggaran 2012-2016) di Kota Yogyakarta dengan melihat indikasi program utama arahan pemanfaatan ruang di RTRW, program prioritas pembangunan fisik di RPJMD, dan program sektoral di APBD. Amatan dan analisis yang dilakukan dengan melihat tingkat sinkronisasi antar program yang ada, bagaimana proses pewadahan dari indikasi program utama arahan pemanfaatan ruang menjadi program prioritas pembangunan yang pada akhirnya menjadi program sektoral beserta faktor-faktor yang mempengaruhi proses pewadahan tersebut. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam bersama narasumber yakni Bappeda Kota dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta. Sedangkan data sekunder dimana juga sebagai unit analisis utama yang digunakan ialah Dokumen RTRW (Tahun 2010-2029), Dokumen RPJMD (Tahun 2012-2016), dan Dokumen APBD (Tahun 2012-2016) yang diperoleh dari Bappeda dan BPKAD Kota Yogyakarta. Dari 30 indikasi program utama arahan pemanfaatan ruang yang dipilih, 24 program sudah diwadahi menjadi program prioritas pembangunan RPJMD (Tahun 2012-2016) yang selanjutnya diturunkan hingga menjadi program sektoral APBD pada setiap tahunnya. Masih terdapat 6 pogram yang tidak diwadahi menjadi program prioritas RPJMD (Tahun 2012-2016) maupun program sektoral APBD (Tahun Anggaran 2012-2016). Munculnya beberapa program yang tidak diwadahi menimbulkan pertanyaan bagaimana proses pewadahan yang terjadi, pada penelitian ini tidak ditemukan proses yang spesifik. Selanjutnya dirumuskan 2 faktor utama yang mempengaruhi proses pewadahan ini, yakni faktor politis dan faktor non-politis. Pola hubungan yang berhasil disimpulkan mengenai hubungan antar dokumen ini ialah terpisah tapi belum sepenuhnya sinkron. Terpisah dalam artian antara dokumen perencanaan tata ruang dan perencanaan pembangunan di Kota Yogyakarta merupakan dua dokumen perencanaan yang berbeda, namun sama-sama digunakan. Sedangkan tingkat sinkronisasi antar dokumen dilihat dari kesesuaian antar program yang terdapat di dalam masing-masing dokumen.

The high potential between spatial planning and development planning was caused by their character, whereas in regional development, a consistency from planning until budget plan was highly needed. That consistency was hoped to create sustainable regional development. The objectives of this research is to know the linkages of RTRW (spatial planning) 2010-2029, RPJMD (development planning) 2012-2016, and APBD (budget plan) 2012-2016 of Yogyakarta City by observing the indication of main program of spatial utilization in RTRW, priority programs of physical development in RPJMD, and sectoral programs in APBD. A observation and analysis performed by looking at the level of synchronization between the existing programs, how the process of warehousing of the main program of spatial utilization into a priority development program that eventually became a sectoral programs and the factors that affect the process of its warehousing. The primary datas of this research was obtained through an observation and in-depth interview with interviewees namely Bappeda (development authority) of Yogyakarta and Land and Spatial Agency of Yogyakarta. The secondary datas, also used as analysis unit, was the document of RTRW (2010-2029), RPJMD (2012-2016), and APBD (2012-2016) obtained from Bappeda and BPKAD of Yogyakarta. Out of the 30selected indications of the main programs of spatial utilization, 24 programs have been incorporated into priority development programs of RPJMD (2012-2016) which are further downgraded to become the sectoral APBD programs in each year. There are still 6 pograms that are not accommodated into the priority programs of RPJMD (2012-2016) and sectoral programs of APBD (2012-2016). The emergence of several programs that are not contained raises the question of how the process of warehousing that occurred. This research did not find any specific process of it. Subsequently, formulated two main factors that affect the process of this warehousing, namely political factors and non-political factors. The successful linkages pattern concluded about the relationship between these documents was separate but not yet fully synchronized. The "separate" in the sense that the spatial planning and development planning documents in Yogyakarta are two different planning documents, but both are used. While the level of synchronization between documents could be seen from the suitability between programs contained in each document.

Kata Kunci : Kata kunci : Program Pembangunan, Perencanaan, Sinkronisasi, Hubungan / Keywords : development programs, planning, synchronization, linkages