Laporkan Masalah

Riwayat Asupan Protein, Zink dan Vitamin A Sebagai Faktor Resiko Tingkat Frekuensi Penyakit ISPA Pada Balita Stunting Umur 12-59 Bulan

DEDEN BAYU SAPUTRA, Dr. Toto Sudargo, SKM. M.Kes ; Dr. Ir. I Made Alit G. M.Si ; Dr. dr. Emy Huriyati. M.Kes

2017 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Masalah penyakit infeksi dan gizi stunting merupakan dua faktor yang saling berkaitan yang membentuk siklus yang sinergik. Anak-anak stunting memiliki risiko yang lebih besar terkena penyakit infeksi, salah satunya adalah penyakit ISPA. Asupan gizi yang berkaitan dengan sistem kekebalan seperti asupan protein, zink dan vitamin A yang cukup dapat membantu balita stunting dalam melindunginya dari penyakit infeksi. Angka stunting dan angka ISPA di Kabupaten Sleman yaitu 28,4% dan 23,8%, diatas 20% yang merupakan batas non public health problem. Tujuan: Mengetahui hubungan riwayat asupan protein, zink dan vitamin A dengan tingkat frekuensi ISPA pada balita stunting umur 12-59 bulan di Kecamatan Seyegan D.I Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain matched case control yang dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2017 di kecamatan Seyegan D.I Yogyakarta. Subjek penelitian ini adalah anak balita stunting dengan umur 12-59 bulan. Jumlah subjek penelitian ini adalah 96 yang terdiri dari 48 balita stunting yang sering ISPA dan 48 balita stunting yang jarang ISPA.Teknik pengambilan sampel ini adalah purposive sampling yang kemudian dilakukan simple random sampling. Analisa penelitian meliputi: univariat, analisa bivariat dengan uji McNemar dan multivariat dengan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05 dan OR dengan interval kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zink (p=0,000) dan vitamin A (p=0,000) dengan tingkat frekuensi ISPA. Masing-masing nilai OR nya adalah OR=2,742 dan OR=0,319. Asupan zink merupakan yang paling dominan jika dibandingkan asupan vitamin A dan asupan protein berdasakan uji regresi logistik. Uji regresi logistik menunjukan asupan zink dan pola asuh higiene dan sanitasi memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat frekuensi ISPA dengan mengontrol variabel riwayat IMD, riwayat ASI ekslusif, tingkat pendidikan ibu dan status pekerjaan ibu. Kesimpulan: Asupan zink dan asupan vitamin A berpengaruh pada tingkat keseringan balita stunting umur 12-59 bulan mengalami ISPA. Pola asuh higiene dan sanitasi yang buruk memperbesar peluang balita stunting mengalami sering ISPA jika asupan zink tidak memenuhi kebutuhan. Kata Kunci : asupan protein, asupan zink, asupan vitamin A, riwayat ISPA, stunting, anak balita umur 12-59 bulan.

Background: The problem of infectious diseases and nutrition problem,stunting, are two interrelated factors that make up a synergic cycle. Stunting children have a greater risk of infectious diseases, one of which is Acute Respiratory Infection (ARI) disease. Nutrients intakes are associated with the immune system such as protein, zinc and vitamin A intake that can adequately help stunting toddlers in protecting it from infectious diseases. Stunting rates and URI rates in Sleman District are 28.4% and 23.8% respectively, all above 20% which is the limit of non public health problem. Objective: To identify the correlation between protein intake, zinc and vitamin A with level of ARI frequency in stunting children12-59 months in Seyegan subdistrict, D.I Yogyakarta. Methods: The type of this study was observational with matched case control design conducted in February - March 2017 in subdistrict Seyegan D.I Yogyakarta. The subjects of this study were stunting children under the age of 12-59 months. The number of subjects was 96 consisting of 48 stunting children with frequent URI and 48 stunting children with infrequent ARI. The sampling method was purposive sampling which then performed simple random sampling. The data analysis were univariate, bivariate analysis with McNemar and multivariate test with logistic regression test with significance level p <0,05 and OR with 95% confidence interval. Results: There was a significant correlation between the intake of zinc (p = 0,000) and vitamin A (p = 0,000) with the level frequency of URI. Each OR value is OR = 2,742 and OR = 0,319. Zinc intake is the most dominant when compared to vitamin A intake and protein intake based on logistic regression test. Logistic regression test showed that zinc intake and hygiene and sanitation pattern had significant correlation with ISPA frequency level by controlling history variable of Early Breastfeeding Initiation (EBI), exclusive breastfeeding history, mother's education level and mother's job status. Conclusion: Zinc intake and vitamin A intake have an effect on the frequency of toddler stunting age 12-59 months experiencing URI. Poor hygiene and sanitation patterns increase the chances of under-five stunting children having frequent URI if zinc intake does not meet the needs. Keywords: protein intake, zinc intake, vitamin A intake, history of URI, stunting, children aged under 12-59 months.

Kata Kunci : asupan protein, asupan zink, asupan vitamin A, riwayat ISPA, stunting, anak balita umur 12-59 bulan

  1. S1-2017-335530-abstract.pdf  
  2. S1-2017-335530-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-335530-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-335530-title.pdf