Efisiensi Usahatani Pekarangan dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis di Kabupaten Bantul
SURYANING DYAH P, Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D; Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2017 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Optimalisasi lahan pekarangan merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menyediakan kebutuhan pangan khususnya dalam lingkup rumah tangga. Penelitian yang dilakukan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Bantul ini betujuan untuk mengetahui dominansi vegetasi pekarangan, tingkat efisiensi usahatani pekarangan, sumber penyebab inefisiensi, dan pendapatan usahatani pekarangan. Analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui dominansi vegetasi pekarangan dengan perhitungan luas tanam masing-masing jenis tanaman dilihat dari penutupan tajuknya. Analisis efisiensi dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan sumber penyebab inefisiensi dari masing-masing pelaku usahatani. Analisis ini menggunakan pendekatan data envelopment analysis dengan metode VRS dan orientasi output. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah lahan pekarangan di Desa Sidomulyo didominasi oleh tanaman pisang. Sebanyak 36,67 persen usahatani pekarangan dinyatakan efisien. Sumber penyebab inefisiensi adalah output yang dihasilkan tidak optimal. Rata-rata pendapatan yang diperoleh dari usahatani pekarangan adalah Rp 3.841.111,67.
Yard optimalization is one of the alternatives that can be done to provide food needs, especially in the scope of the household. Research which conducted in Sidomulyo Village, Bantul Regency aims to know the dominance of yard vegetation, level of efficiency of the farmyard, source of inefficiency, and income from the farmyard. Vegetation analysis conducted to determine the dominance of yard vegetation with calculating planting area of each plant species by the cover of canopy. Efficiency analysis was conducted to find out the level of efficiency and source of cause of inefficiency of each farmer. This analysis uses data envelopment analysis approach with VRS method and output orientation. The results obtained from this research is the yard land in Sidomulyo Village is dominated by banana plants. A total of 36.67 percent of the yard farm is efficient. Inefficiency caused by the output which is not optimal. The average income earned from the farmyard is Rp 3,841,111.67.
Kata Kunci : efisiensi, DEA, dominansi, pendapatan, pekarangan