Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN FORMAT PELAPORAN KEUANGAN BERBASIS STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PADA RANTAI PASOK SALAK PONDOH

MUTIARA NANDA H, Dr.Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE; Dr. Agung Putra Pamungkas, STP., M.Agr

2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Usaha Salak Pondoh di Kabupaten Sleman khususnya di Kecamatan Turi, Tempel, dan Pakem merupakan usaha yang sangat menjanjikan. Hal ini dikarenakan produksi Salak Pondoh di tiga wilayah tersebut tergolong tinggi, yaitu mewakili 97,61% total produksi Salak Pondoh di Kabupaten Sleman. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku rantai pasok Salak pondoh yaitu minimnya pencatatan dan pelaporan keuangan dikarenakan rendahnya minat para pelaku untuk mencatat. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengembangan format pelaporan keuangan yang mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku di masing-masing tier rantai pasok. Terdapat tiga langkah pokok yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu identifikasi rantai pasok Salak Pondoh beserta kebutuhan pencatatan dan pelaporan keuangan masing-masing pelakunya, pengembangan format pelaporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP), dan pengujian penerimaan pelaku terhadap format keuangan yang telah dikembangkan. Tolak ukur penerimaan yang digunakan terdiri atas aspek kemudahan penggunaan, minat menggunakan, dan kepercayaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis ukuran pemusatan dan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian adalah sebagai berikut teridentifikasi empat pelaku yang menjadi obyek dari pengembangan format pelaporan keuangan ini yaitu petani, pengepul, pedagang, serta asosiasi dan paguyuban. Petani, pengepul, dan pedaganag membutuhkan dua elemen pelaporan keuangan yaitu laporan arus kas dan laporan laba rugi. Sedangkan asosiasi dan paguyuban membutuhkan tiga elemen pelaporan keuangan yaitu laporan arus kas laporan laba rugi, dan neraca. Hasil analisis ukuran pemusatan menggunakan modus yaitu mayoritas responden menjawab pernyataan dengan skor 3 yang berarti mereka setuju dengan 28 pernyataan dalam kuisioner penerimaan. Persentase penerimaan di tingkat petani sebesar 81,98%, pengepul sebesar 80,67%, pedagang sebesar 78,24%, serta asosiasi dan paguyuban sebesar 86,43%. Penerimaan tersebut dikategorikan sebagai penerimaan sangat positif.

Business practice of Salacca zalacca (Gaert.) Voss in Sleman Region especially in Turi, Tempel, and Pakem District is potential business sector due to high production of snake fruit in that district. The production cover 97,61% of total production in Sleman Region. One of the problem faced along the supply chain of snake fruit is less financial document to support decision making process because of doer low awareness to record. So this research aim to develop financial report format base on Indonesia Financial Accounting Standard adjusted to the need of each tier in snake fruit supply chain. There are three main stages in this research, they are identifying snake fruit supply chain and its financial report need, developing the financial report, and testing the acceptance of each tier for developed financial report. The analysis methods are central tendency analysis and descriptive analysis. The result shows there are four objects of this report format development, they are farmer, middleman, seller, and two export associations. Farmer, middleman, and seller need two elements of financial report which are cash flow and profit loss statement. While associations need three elements of financial report which are cash flow, profit and loss statement, and balance sheet. The result of central tendency analysis using mode is most of respondents give 3 scale means that they are agree with 28 statements in acceptance questionnaire. The acceptance percentage of farmer is 81,98%, middleman is 80,67%, seller is 78,24%, and associations is 86,43%. The acceptance then describe in to highly positive acceptability.

Kata Kunci : Salak Pondoh, Laporan Keuangan, Standar Akuntansi Keuangan, SAK-ETAP